Malang (beritajatim.com) – Sebanyak 8 mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang (UM) mengikuti program magang di Balai Bahasa Jawa Timur. Mereka disambut langsung oleh Balai Bahasa Jawa Timur bersamaan dengan mahasiswa magang dari perguruan tinggi lain seperti Universitas Airlangga (UNAIR), Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG), dan UIN Sunan Ampel Surabaya.
Dalwi Ningsih, penanggung jawab program magang Balai Bahasa Jawa Timur mengatakan, bahwa jadwal kegiatan magang telah disusun untuk para mahasiswa selama melakukan kegiatan magang di kantor Balai Bahasa Jawa Timur (BBJT). Mereka diajak terlibat aktif dalam kerja-kerja profesional Balai Bahasa
“Tugas-tugas sudah disusun dan akan diberikan pada anak-anak selama magang, sehingga mereka bisa terlibat aktif dalam kerja-kerja profesional Balai Bahasa,” ujar Dalwi Ningsih.
Dalwi Ningsih juga memberi informasi, bahwa Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia dari Universitas Negeri Malang (UM) akan tinggal di wisma Balai Bahasa. Wilayahnya masih satu kompleks area dengan Balai Bahasa Jawa Timur
“Kami tinggal di Wisma BBJT supaya memudahkan untuk berangkat ke kantor dan tidak terlambat. Pihak BBJT juga menginstruksikan demikian karena pengalaman tahun sebelumnya, mahasiswa terpencar-pencar dan banyak yang tidak disiplin,” ujar Rio, koordinator tim magang dari Universitas Negeri Malang.

Acara penyambutan dibuka dengan pemberian sambutan oleh Dr. Umi Kulsum, S.S., M.Hum selaku Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur, lalu diteruskan dengan sambutan dari dosen pendamping mahasiswa, antara lain Ahmad Junaidi, S.S., M.A. dari Universitas Negeri Malang, Mochtar Lutfi, S.S., M.Hum dari Universitas Airlangga, dan Dr. Siti Rumilah, S.Pd, M.Pd. dari UIN Sunan Ampel.
“Saya harap para mahasiswa magang dan Balai Bahasa bisa saling memberikan umpan alik positif. Mahasiswa bisa menimba ilmu sambil lalu mengembangkan potensi dan disiplin kerjanya, dan Balai Bahasa juga terbantukan dengan kehadiran mereka. Semoga anak-anak juga bisa menjaga nama baik almamater,” Ujar Ahmad Junaidi, S.S., M.A., dosen Sastra Indonesia.
Ahmad Junaidi mendampingi mahasiswa S1 Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang. Junaidi menekankan pentingnya diskusi dan koordinasi selama proses magang.
“Gagasan-gagasan baru dan inovasi dari kaum muda juga saya rasa penting untuk ikut disaring, dipertimbangkan dan diberdayakan nantinya,” ungkap Junaidi.
Dalam kegiatan tersebut, Umi Kulsum juga menyosialisasikan kegiatan dan program Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur. Selain ajang pemilihan Duta Bahasa, BBJT juga mengelola Jurnal Atavisme yang terbit 2 kali dalam setahun, penulisan cerita anak dwibahasa, penerbitan majalah, program BIPA dan penerjemahan, dan banyak lagi yang lainnya.
“Mahasiswa akan kami libatkan dalam program-program kami nantinya dan akan kami berikan beberapa penugasan juga seperti laporan akhir dan proposal penelitian. Mereka akan tinggal selama kurang lebih 45 hari di sini dengan jadwal kegiatan yang sudah direncanakan oleh tim dari Balai Bahasa,” ungkap Umi Kulsum dalam sambutannya.
Acara diakhiri dengan penyerahan cendera mata sebagai simbolisasi kepada Dosen Pendamping Mahasiswa PKL dan foto bersama. Mahasiswa UM akan melakukan program magang ini terhitung sejak 17 Januari 2025 sampai 17 Mei 2025. (dan/ian)






