Malang (beritajatim.com) – Ratusan Aremania juga melakukan blokade akses pintu tol Singosari saat melakukan demonstrasi, Minggu (27/11/2022). Aksi itu dilakukan sebagai buntut kekecewaan atas penanganan Tragedi Kanjuruhan yang dinilai lamban dan jalan di tempat.
Untuk itu, Aremania memutuskan melakukan blokade jalan hingga menimbulkan kemacetan di sejumlah titik di Kota Malang sebagai simbol macetnya penegakan hukum atas Tragedi Kanjuruhan yang telah merengut 135 jiwa dan membuat 600 lebih suporter mengalami luka-luka.
Massa aksi di atas underpass Karanglo ini memakai atribut hitam-hitam. Selain membentangkan sejumlah spanduk kecaman. Aremania juga duduk melingkar di tengah jalan untuk memblokade dan memacetkan arus lalu lintas.
[berita-terkait number=”5″ tag=”tragedi-kanjuruhan”]
“Alasan macet ini, ya karena hukumnya kan macet. Apalagi sudah dua bulan ini proses hukum berhenti begitu saja tak ada kejelasan sama sekali,” ujar salah satu Aremania, Indra Minggu (27/11/2022).
Selain di Exit Tol Singosari ada pula beberapa titik demonstrasi di Kota Malang. Salah satunya di Jalan Ijen, Kota Malang. Mereka menggelar demonstrasi tepat di depan rumah dinas Wali Kota Malang, Sutiaji. “Tuntutan kita tetap, pelaku harus ditambah, terus dari apa yang direkomendasikan TGIPF harus dijalankan, terus rekonstruksi ulang dan penambahan pasal. Semua itu belum jelas,” tandasnya. (luc/kun)






