Surabaya (beritajatim.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berencana melakukan uji coba dan jajak pendapat (polling) terhadap warga mengenai sistem parkir digital sebelum menerapkannya secara resmi. Uji coba ini dimulai akhir Desember 2025 hingga Januari 2026.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menjelaskan bahwa uji coba dan polling akan dilaksanakan bersamaan dengan menggandeng restoran atau tempat makan di Kota Pahlawan.
“Kita bisa (polling) lewat WA. Kita (secara teknis) nanti bersama Dinas Kominfo, kita bisa letakkan di tempat-tempat rumah makan. Nah nanti mereka (warga) ketika masuk makan, harus polling,” kata Eri Cahyadi, Senin (15/12/2025).
Selama uji coba berlangsung, Eri menyampaikan warga diberi keleluasaan untuk memilih empat jenis pembayaran parkir, baik itu melalui metode pembayaran berlangganan, tunai (cash), QRIS, dan e-toll, sebagai bentuk persetujuan atau dukungan terhadap sistem yang akan diterapkan.
“Nanti saya siapkan parkir berlangganan, ada e-toll, ada QRIS, dan dalam jangka waktu uji cobanya kita juga menggunakan uang (cash),” jelasnya.
Menurut Eri, hasil mayoritas dari polling tersebut akan menjadi representasi pilihan warga dan kemudian diterapkan sebagai sistem parkir resmi pada tahun 2026, terlepas dari apakah hasilnya akan menggunakan non-tunai, tunai, atau berlangganan.
“Kalau ternyata itu sudah (selesai polling), semua warga Surabaya mintanya non-tunai, ada 90 persen atau 80 persen, ya sudah kita jalan,” tegas Eri.
Ia juga menambahkan bahwa mekanisme polling dan uji coba ini bertujuan untuk mengajak masyarakat Surabaya agar aktif bersama-sama menentukan arah kebijakan kota, serta untuk meminimalisir konflik perihal parkir yang sering terjadi.
“Jadi nanti saya ingin, mulai tahun 2026 itu, ketika membangun Surabaya itu dimulai dari bawah. Bukan dari pemerintahnya. Mau dijadikan apa Surabaya,” tutup Wali Kota Eri Cahyadi. (rma/kun)






