Jember (beritajatim.com) – Setelah di Malang dan Sidoarjo, Jawa Timur, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) siap menghadirkan ratusan ribu orang menyambut duet Amin (Anies Baswedan – Muhaimin Iskandar) di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Minggu (29/10/2023) pagi.
Rencananya, Anies dan Muhaimin akan menghadiri kegiatan Jalan Sehat Riang Gembira di Jalan Nusantara depan GOR PKPSO, yang merupakan pemuncak kegiatan menyambut Hari Santri Nasional. “Alhamdulillah sudah terkonfirmasi, insyaallah Mas Anies Baswedan dan Gus Muhaimin akan hadir,” kata Ketua Dewan Pimpinan Cabang PKB Jember Ayub Junaidi.
Hingga hari ini, PKB Jember Jember sudah menyebarkan 300 ribu kupon undian berhadiah di masyarakat. “Insyallah kami targetkan 500 ribu lembar kupon tersebar,” kata Ayub.
Jember adalah tempat spesial bagi Muhaimin. Dalam kunjungannya ke Pondok Pesantren Nurul Islam, Kamis (28/9/2023), ia menjelaskan, ada dua peristiwa monumental di Jember dalam perjalanan politiknya. “Pertama, setelah pengesahan Undang-Undang Pesantren, saya diberangkatkan 50 ribu kiai dan santri menjadi Panglima Santri Nasional. Diberangkatkan dari Jember di alun-alun Jember,” katanya.
“Kedua, saya diberangkatkan untuk nyapres (mencalonkan diri jadi presiden) oleh Kiai Muhyiddin Abdussomad sebagai rois syuriah beserta Gus Aab (Ketua) PCNU di rumah Gus Aab. Kumpul banyak kiai waktu itu,” kata Muhaimin.
Saat ini PKB juga terus melakukan ikhtiar pemenangan pemilihan presiden di Jember. “Kami sudah melakukan canvassing dan gerakan di bawah, termasuk relawan-relawan di tiap tempat pemungutan suara terus berkonsolidasi dengan seluruh partai pengusung,” kata Ayub.
PKB sudah bertemu dengan Partai Keadilan Sejahtera dan Nasdem berkali-kali. “Tinggal menunggu arahan dari pusat, bagaimana membentuk timnya. Kami sudah siap, ada banyak tokoh yang siap menjadi kapten tim pemenangan tingkat kabupaten. Para santri siap semua. Kami jadi bingung memilih siapa,” kata Ayub.
Ayub bersyukur pendekatan Anies dan Muhaimin ke kalangan pesantren berjalan lancar. Dalam pertemuan dengan seribu orang kiai beberapa waktu lalu di Pondok Pesantren Nurul Islam, antusiasme pengasuh pondok pesantren sangat besar. “Ini kekuatan signifikan untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat, karena pengasuh pesantren adalah tokoh di daerah masing-masing,” katanya.
Sejauh ini, Ayub yakin duet Amin bisa merebut suara kalangan nadhliyyin. “Peluangnya sangat besar. Kan sudah jelas siapa yang benar-benar santri. Saya yakin 80 persen nahdliyyin di Jember akan ke Amin. Kalau keseluruhan pemilih sekitar 60-70 persen, sama seperti kemenangan Jokowi pada 2019,” katanya.
Bagimana dengan posko bersama? “Semua kantor partai pengusung, sampai level ranting, akan menjadi kantor pemenangan Amin. Semua caleg juga bergerak. Maka itu, hasil survei kami di internal Jember sangat tinggi,” kata Ayub.
“Untuk urusan santri dan pesantren, insyallah track record Gus Imin sudah jelas. Mulai dari memperjuangkan Hari Santri, menjadi inisiator undang-undang pesantren. Itu track record yang bisa dilihat,” kata Ayub. Visi dan misi Anies dan Muhaimin juga jelas, memperjuangkan kesejahteraan dan keadilan masyarakat Indonesia.
Ayub tidak gusar dengan hasil survei sejumlah lembaga yang menempatkan Amin di peringkat buncit. “Ya tidak apa-apa, yang penting suara rakyat. Alhamdulillah, survei internal kami kemarin di Jember menang, termasuk di Jawa Timur,” katanya. [wir]






