Ponorogo (beritajatim.com) – Minimnya peminat seleksi terbuka jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ponorogo menjadi perhatian serius Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita. Alih-alih membiarkan proses berjalan tanpa antusiasme, orang nomor satu di lingkup Pemerintah Kabupaten Ponorogo itu justru mengambil langkah tegas, yakni mendorong langsung para pejabat eselon II agar berani maju dan mendaftar seleksi terbuka (selter) tersebut.
Seleksi jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP) Sekda Ponorogo yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur itu sebelumnya dibuka pada 6–20 Februari. Namun hingga batas akhir tahap pertama, belum ada satu pun pejabat dari internal Pemkab Ponorogo yang tercatat resmi mendaftar. Kondisi tersebut membuat masa pendaftaran diperpanjang hingga 27 Februari nanti.
Bunda Rita, sapaan akrab Lisdyarita, tidak menampik rasa prihatinnya. Dia berharap jabatan strategis Sekda diisi figur yang benar-benar memahami karakter daerah dan birokrasi di Bumi Reog.
“Keinginan saya sebenarnya sosok sekda yang mengerti tentang Ponorogo, budayanya, tentang semua teman-teman ASN di daerah,” kata Bunda Rita, Selasa (24/2/2026).
Menurutnya, peluang tersebut semestinya dimanfaatkan oleh pejabat eselon II yang secara administratif telah memenuhi syarat. Setidaknya terdapat 9 pejabat setingkat kepala OPD yang bisa mengikuti seleksi. Persyaratan yang dimaksud antara lain pernah menduduki jabatan kepala dinas lebih dari satu kali serta belum berusia 58 tahun saat pelantikan.
Bagi Lisdyarita, keberadaan Sekda dari internal daerah memiliki nilai strategis. Selain memahami kultur birokrasi, komunikasi lintas OPD dinilai akan lebih solid karena sudah terbangun kerja sama sebelumnya.
“Kalau dari daerah sendiri kan kerjanya enak, sudah ada chemistry. Saat ini Ponorogo sedang bangkit, sehingga bisa sejalan visi misinya,” tegasnya.
Lebih jauh, Bunda Rita bahkan memastikan siap membantu jika ada pejabat yang terkendala biaya administrasi. Beberapa tahapan seperti tes kesehatan memang membutuhkan biaya mandiri, meskipun proses pendaftaran dipastikan tanpa pungutan. “Kalau tidak mendaftar nanti tidak ada yang tahu kemampuannya, jadi kami minta semua ikut mendaftar,” pesannya. (end/kun)






