Gresik (beritajatim.com)– Pasar Kota Gresik sebagai tempat transaksi jual beli. Kondisinya semakin Memprihatinkan. Selain sepi pembeli, pasar tersebut atapnya bocor saat musim hujan dan dikeluhkan pedagang.
Imbas banyaknya atap yang bocor, membuat sejumlah pedagang memasang seng tambahan serta corong pipa supaya air sewaktu hujan tidak masuk ke stand pedagang.
Selain bocor, atap Pasar Kota Gresik juga mengalami retak-retak dan kelihatan besi cor penyangga bangunan.
Kondisi ini membuat pedagang pakaian Laila mengaku prihatin. Pasalnya, kebocoran atap sudah lama dan belum ada perbaikan.
“Saat musim hujan saya terpaksa menutup sebagian area dengan terpal dan seng seadanya agar barang dagangannya tidak basah,” ujarnya, Rabu (5/11/2025).
Ia menambahkan, kebocoran tidak hanya terjadi di sekitar stan miliknya, tetapi juga di berbagai titik lain di lantai dua, terutama di area tengah dekat tangga.
“Bukan cuma bocor, kadang airnya ngumpul di tengah sampai banjir,” imbuhnya.
Hal senada disampaikan oleh pedagang pakaian lainnya Fatimah. Menurutnya, dirinya yang berjualan di lantai dua harus mengeluarkan biaya pribadi Rp 200 ribu untuk membeli seng, pipa, dan peralatan tambahan agar air hujan tidak masuk ke dalam stan.
“Memasang sendiri supaya air tidak masuk ke dalam stand agar pakaian yang dijual tidak kena air,” ungkapnya.
Sejumlah toko yang mengalami kebocoran cukup parah. Diantaranya Toko Terang, Toko Iqbal, Toko Fahri, Toko Lestari, Toko Gapura Indah, hingga area depan mushola di lantai dua. (dny/ted)






