Jakarta (beritajatim.com) – Memasuki hari keenam pelatihan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, para peserta Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1447 H / 2026 M menunjukkan perubahan karakter dan kedisiplinan yang signifikan.
Pola pelatihan semi militer yang diterapkan sejak 10 Januari hingga 30 Januari 2026 mendatang berhasil mengikis ego sektoral peserta dan mengubahnya menjadi kesatuan pasukan yang solid.
Wakil Ketua Diklat PPIH Arab Saudi 2026, Kolonel (Purn) Kurniawan Muftiono S.Ag., MA, mengungkapkan bahwa transformasi ini terlihat nyata dari cara peserta berinteraksi dan melaksanakan instruksi di lapangan.
Meski harus menjalani jadwal yang padat dan menguras tenaga, antusiasme peserta justru dilaporkan terus meningkat setiap harinya.
“Alhamdulillah, peserta diklat setelah kita melaksanakan diklat sampai hari ini hari keenam, justru makin hari makin semangat. Itu terbukti bahwa walaupun kondisi lelah, kondisi capek, tapi pergerakan hubungan pasukan, latihan baik PBB maupun yel-yel semakin kompak,” ujar Kurniawan saat memberikan arahan di Kompi C, Sabtu (17/1/2026).
Salah satu perubahan paling drastis yang disoroti adalah lulurnya sifat egosentris yang sebelumnya tampak pada awal kedatangan peserta dari berbagai daerah. Melalui latihan Peraturan Baris Berbaris (PBB) dan dinamika kelompok yang intens, para calon petugas mulai meninggalkan identitas personalnya demi kepentingan pelayanan haji nasional.
Kurniawan mencatat bahwa sifat-sifat egoistik yang dibawa dari lingkungan asal kini sudah mulai terkikis, meski proses pendewasaan karakter ini masih terus berjalan hingga akhir masa diklat.
“Mereka yang berawal kelihatan ada sedikit sifat-sifat egoistik, egosentris, ego-ego yang dibawa, sekarang sudah luntur, walaupun belum seratus persen,” tegasnya.
Selain aspek fisik dan kedisiplinan, peserta diklat ditekankan untuk melakukan pengosongan pikiran dari beban domestik di rumah agar sepenuhnya fokus menyerap materi fisik, mental, dan keilmuan. Fokus total ini menjadi syarat mutlak agar petugas siap menghadapi dinamika pelayanan jemaah haji yang sangat kompleks di Arab Saudi nantinya.
Dalam struktur organisasi PPIH yang baru terbentuk ini, para peserta juga diajarkan mengenai etika birokrasi dan kemanusiaan yang dikenal dengan pola kohesivitas tinggi. Hal ini mencakup sikap hormat kepada atasan, kerja sama erat dengan rekan sejawat, dan rasa kasih sayang kepada bawahan sebagai satu kesatuan unit kerja.
Optimisme tinggi kini menyelimuti jajaran instruktur dan panitia diklat melihat progres yang dicapai dalam waktu kurang dari seminggu ini. Dengan sisa waktu pelatihan hingga 30 Januari 2026, tim PPIH 2026 diproyeksikan menjadi angkatan yang lebih siap secara mental dan operasional dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. [ian/ted]






