Madiun (beritajatim.com) – Menjelang Pilkada Kota Madiun 2024, The Republic Institute merilis hasil survei terkait popularitas dan elektabilitas calon wali kota dan wakil wali kota.
The Republic Institute melakukan survei independen menggunakan metode multistage random sampling, melibatkan 800 responden yang tersebar di berbagai wilayah Kota Madiun, mulai dari tingkat kecamatan, kelurahan, hingga RT dan rumah tangga. Wawancara langsung dilakukan antara 27 hingga 31 Oktober 2024, dengan margin of error sebesar 3,2%.
Survei ini bertujuan untuk memahami pandangan masyarakat mengenai kandidat-kandidat yang akan bertarung dalam pemilihan. Berdasarkan hasil survei, beberapa tokoh politik memiliki tingkat popularitas dan elektabilitas yang tinggi, terutama kandidat petahana.
“Survei menunjukkan bahwa Wali Kota Madiun saat ini, Maidi, yang juga merupakan calon petahana (incumbent), memiliki tingkat popularitas tertinggi, yaitu 100%. Maidi dikenal oleh seluruh responden di Kota Madiun, diikuti oleh wakilnya Inda Raya dengan tingkat pengenalan yang sama, 100%. Calon lainnya, seperti Bagus Panuntun, memperoleh popularitas sebesar 99,7%, dan Bonie Laksamana dengan 98,7%,” terang Peneliti Utama The Republic Institute, Dr. Sufyanto saat konferensi pers di IClub Madiun, Rabu (06/11/2024).
Data ini mengindikasikan bahwa Maidi dan Inda Raya, sebagai petahana, memiliki keunggulan dalam hal pengenalan oleh masyarakat. Hal ini memperlihatkan bahwa masyarakat Kota Madiun lebih mengenal tokoh-tokoh yang sudah memiliki jabatan publik, khususnya dari pemilihan sebelumnya.
Tingkat Elektabilitas Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota
Terkait elektabilitas atau tingkat keterpilihan, pasangan Maidi – Bagus Panuntun menempati posisi teratas dengan dukungan masyarakat sebesar 66%. Pasangan ini jauh meninggalkan kandidat lainnya, yang mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinan Maidi.
“Di posisi kedua, pasangan Bonie Laksamana – Bagus Rizki memperoleh elektabilitas sebesar 26,7%, sementara pasangan Inda Raya – Aldi Dwi hanya mendapatkan 5%. Masih ada sekitar 2,3% responden yang belum menentukan pilihan mereka,” terang Sufyanto.
Tren Elektabilitas Calon dari September hingga Oktober 2024
Survei ini juga mencatat tren kenaikan elektabilitas kandidat utama. Pasangan Maidi – Bagus Panuntun menunjukkan stabilitas dan peningkatan elektabilitas yang signifikan. Pada survei 20-30 September 2024, elektabilitas mereka tercatat sebesar 63,9% dan meningkat menjadi 65,7% pada survei berikutnya di akhir Oktober.
Pasangan Bonie Laksamana – Bagus Rizki juga mengalami kenaikan, dari 23,3% pada September menjadi 26% pada Oktober. Sementara itu, elektabilitas pasangan Inda Raya – Aldi Dwi menunjukkan tren yang relatif stabil dengan kenaikan dari 5% menjadi 5,2% dalam periode yang sama.
“Hasil survei The Republic Institute menegaskan dominasi pasangan Maidi – Bagus Panuntun dalam hal popularitas dan elektabilitas di Kota Madiun. Sebagai petahana, Maidi dan timnya berhasil mempertahankan popularitasnya dan memperoleh kepercayaan besar dari masyarakat. Tren positif elektabilitas yang mereka alami menunjukkan bahwa mereka tetap menjadi pilihan utama masyarakat menjelang Pilkada,” kata Sufyanto.
“Di sisi lain, pasangan lain seperti Bonie Laksamana – Bagus Rizki dan Inda Raya – Aldi Dwi masih berupaya meningkatkan elektabilitas mereka dengan memperkuat strategi kampanye. Dengan Pilkada yang semakin dekat, para kandidat akan terus berusaha merebut hati masyarakat Kota Madiun,” pungkasnya. [fiq/ted]






