Bangkalan (beritajatim.com) – Sebanyak 87.000 petani di Kabupaten Bangkalan, sampai saat ini belum seluruhnya tercover oleh program Jaminan sosial (Jamsos).
Anggota Komisi B DPRD setempat Fadhur Rosi mengatakan, program Jamsos untuk petani di Bangkalan hanya menyasar sebagian kecil petani. “Pelaksanaan program Jamsos petani ini, sudah pernah dibahas dalam penyusunan rancangan APBD 2024,” terangnya, Sabtu (10/2/2024).
Ia mengatakan, penerima program Jamsos merupakan petani yang terdaftar sebagai penerima pupuk bersubsidi. Saat ini jumlah petani di Bangkalan yang mendapatkan pupuk subsidi sebanyak 105.000 orang. Namun, penerima Jamsos hanya sebanyak 18.000 orang petani.
“Kami selalu meminta ke dinas terkait agar dilakukan pemerataan karena memang seluruh petani membutuhkan adanya Jamsos,” imbuhnya.
Sekedar diketahui, program Jamsos petani berupa Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) yang dibiayai oleh pemerintah menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dengan premi Rp 16.800 untuk masing-masing peserta.[sar/kun]






