Gresik (beritajatim.com)- Puluhan siswa di Kabupaten Gresik siap mengikuti pembelajaran perdana di sekolah rakyat. Program pendidikan gratis yang diinisiasi pemerintah pusat untuk warga miskin akan dimulai pertengahan Bulan Juli 2025.
“Nantinya pembelajaran perdana dilaksanakan di SMPN 30 Gresik. Lokasinya bersifat sementara, sebelum dipindah ke gedung baru di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu karena masih proses pembangunan,” kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Gresik, dr Ummi Khoiroh, Kamis (19/6/2025).
Lebih lanjut Ummi Khoiroh menuturkan, pembelajaran perdana diikuti 75 siswa untuk tiga rombongan belajar (Rombel) dan satu rombel berisi 25 siswa.
“Semua data siswa tersebut mengacu pada data Kementerian Sosial (Kemensos). Dari sini, Dinsos Gresik
melalui Petugas Program Keluarga Harapan (PKH) door to door mencari anak dari keluarga tidak mampu untuk bersedia bersekolah di sekolah rakyat,” tuturnya.
Terkait dengan ini, dirinya bercerita bagaimana petugas PKH keluh kesah mencari murid sekolah rakyat selama tiga minggu.
“Kendalanya banyak anak yang tidak mau pisah dengan orang tuanya karena sekolahnya bersifat boarding school,” ungkapnya.
Sebelumnya lanjut dia, ada 98 calon murid yang ingin mendaftar sekolah rakyat. Tapi, setelah diseleksi kembali oleh Badan Pusat Statistik (BPS) hanya 75 siswa yang lolos seleksi berasal dari keluarga tidak mampu.
“Siswa yang lolos seleksi sudah menjalani proses pengukuran seragam. Jadi untuk seragam siswa sudah dilakukan proses pengukuran dan siap untuk melakukan kegiatan belajar perdana di sekolah rakyat,” pungkas Ummi Khoiroh. [dny/aje]






