Pacitan (beritajatim.com) – Transformasi gedung bekas pelatihan milik BKPSDM Pacitan menjadi Sekolah Rakyat berbasis boarding school kian mendekati rampung. Renovasi fisik bangunan yang ditargetkan selesai akhir Juni 2025 tersebut kini telah mencapai 85 persen.
Progres tersebut terpantau saat Pelaksana tugas Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pacitan, Khemal Pandu Pratikna, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi proyek. Menurutnya, gedung akan difungsikan sebagai sekolah gratis dengan konsep berasrama, sesuai arahan program Sekolah Rakyat dari Presiden Prabowo Subianto.
“Gedung ini sebelumnya digunakan untuk pelatihan ASN oleh BKPSDM. Sekarang kami ubah fungsinya sebagai fasilitas pendidikan gratis berasrama untuk masyarakat,” ungkap Khemal, Kamis (19/6/2025).
Ia menjelaskan bahwa proses finishing tengah berlangsung dan ruang-ruang kelas ditargetkan siap digunakan pada 25 Juni. Sementara perlengkapan belajar seperti meja dan kursi masih dalam pengiriman dari Bandung.
Tak hanya fokus pada ruang kelas, sidak juga mencakup Panti Werdha yang akan dialihfungsikan menjadi asrama siswa. Khemal menambahkan, setelah renovasi rampung, pihaknya akan segera merekrut tenaga pendidik serta menambah kuota siswa dari 50 menjadi 100 peserta didik pada tahun ajaran baru 2025/2026.
Dengan percepatan ini, pemerintah daerah berharap Sekolah Rakyat di Pacitan dapat segera beroperasi penuh dan menjadi contoh pendidikan inklusif yang bisa direplikasi di wilayah lain. [tri/suf]






