Sumenep (beritajatim.com) – Sebanyak 27.163 keluarga di Kabupaten Sumenep tercatat sebagai Keluarga Risiko Stunting (KRS). Puluhan ribu KRS tersebut tersebar di kecamatan daratan sebanyak 17.348 KRS, dan 9.815 KRS di kecamatan kepulauan.
Para KRS tersebut pada Rabu (3/5/2023) menerima bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) berupa daging ayam dan telur. Peluncuran penyaluran bantuan itu dilakukan secara simbolis oleh Ketua TP PPK Kabupaten Sumenep Nia Kurnia Fauzi kepada KRS di Kantor Kecamatan Batuan.
“Bantuan daging ayam dan telur merupakan salah satu bentuk kepedulian pemerintah dalam penanganan kasus stunting di Kabupaten Sumenep,” kata Ketua TP PKK Kabupaten Sumenep Nia Kurnia Fauzi.
BACA JUGA:
Angka Stunting Sumenep Tinggi, TP PKK Galakkan Gerakan Bumil Sehat
Program pengentasan stunting berupa CPP tersebut diberikan kepada keluarga yang berisiko stunting, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan anak yang berusia 2-3 tahun. Bantuan itu berupa 1 kg daging ayam dan 10 butir telur untuk setiap keluarga.
“Setiap KRS menerima bantuan daging ayam dan telur selama tiga bulan. Kami berharap bantuan ini benar-benar bermanfaat bagi penerima, sehingga bisa menurunkan angka stunting di daerah,” ujar Nia.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan P2KB Sumenep, Agus Mulyono menjelaskan, angka stunting di Kabupaten Sumenep saat ini telah menurun cukup signifikan. Berdasarkan data yang ada, angka stunting pada 2020 sebesar 29,0 persen. Namun pada 2022, turun 7,4 persen menjadi 21,6 persen.
“Penurunan angka kasus stunting di Sumenep ini menjadi yang terbaik di Jawa Timur. Kami bersama berbagai pihak terus berupaya melakukan berbagai program untuk mempercepat sekaligus mencegah stunting di Kabupaten Sumenep,” ungkapnya.
Penyaluran bantuan daging ayam dan telur kepada KRS melibatkan berbagai pihak, yakni, Kantor Pos sebagai penyalur banatuan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) dan Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sumenep. [tem/suf]







