Denpasar (beritajatim.com) – Agenda Bimbingan Teknis (Bimtek) Legislatif yang digelar Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Denpasar, Bali, menyimpan momen begitu hangat. Momen tersebut yaitu ketika Megawati Soekarnoputri tertangkap kamera sedang berjalan bersama dua buah hatinya, Puan Maharani dan M. Prananda Prabowo.
Ketiganya tampak berjalan beriringan dengan posisi yang cukup menarik. Dalam foto tersebut, Ketua Umum PDIP Megawati menggandeng tangan Ketua DPP PDIP Puan Maharani, Ketua Bidang Ekonomi Kreatif DPP PDIP Prananda Prabowo memeluk Puan yang juga adiknya.
Foto ini menghiasi pemberitaan sejumlah media. Momen cukup langka yang terjadi di keluarga Megawati sekaligus keluarga besar PDIP.
Terkait beredarnya foto tersebut, Ketua DPP PDIP Said Abdullah, menyatakan sudah sewajarnya momen terjadi mengingat Puan dan Prananda adalah adik dan kakak, sedangkan Megawati adalah ibu mereka. Kehangatan tersebut, kata Said, tidak hanya karena mereka saudara namun juga di kepartaian.
“PDI Perjuangan solid bukan sekedar slogan. Harmoni beliau berdua (Puan dan Prananda) sebagai anak biologis dan ideologis Ibu Mega dan PDI Perjuangan,” ujar dia.
Apalagi, kata Said, Puan dan Prananda tumbuh dan dibesarkan dalam rumah besar PDIP. Keduanya berproses dan memberi warga dalam perjalanan kiprah PDIP dalam iklim demokrasi di Indonesia.
“Oleh sebab itu kami sangat menyukuri kiprah beliau berdua untuk ikut membesarkan partai,” ucap Said.
Momen hangat tersebut juga menepis anggapan adanya perpecahan faksional di dalam tubuh PDIP. Said pun tegas menyatakan, PDIP solid dan kompak di bawah kepemimpinan Megawati.
“Keberadaan Mbak Puan dan Mas Prananda menopang penuh kepemimpinan Ibu Mega. Beliau berdua hanya berbagi peran dan penugasan politiknya yang ditujukan untuk kebesaran PDI Perjuangan. Sehingga di PDI Perjuangan hanya ada satu faksi di bawah Ibu Mega selaku Ketua Umum PDI Perjuangan,” kata Said.
Selanjutnya, Said menyatakan agenda Bimtek DPR dan DPRD se-Indonesia digelar di Denpasar dimaknai sebagai penugasan lebih operasional yang berdampak pada peran PDIP menjadi semakin produktif di lembaga legislatif tingkat pusat hingga daerah. Hal ini sesuai dengan arahan Megawati agar para kader PDIP di legislative bisa lebih produktif, punya pengetahuan legislasi mumpuni dalam menjelaskan fungsi anggaran, pengawasan, dan legislasi.
“Dengan kemampuan kelegislasian yang baik, diharapkan oleh Ibu Ketua Umum bisa menjadi mitra pemerintah di daerah dan pusat yang produktif dalam menjalankan tugas tugas pembangunan,” ucap dia.
Tetapi, Said menekankan posisi tersebut idak dimaknai sebagai fungsi oposisi. Seperti ditegaskan Megawati, terang Said, bahwa sistem ketatanegaraan Indonesia tidak mengenal oposisi, tetapi mitra kerja yang konstruktif bagi pemerintah, baik di pusat dan pemerintah.
“Di lain pihak, pemerintah dibawah kepemimpinan Presiden Prabowo menyambut baik posisi PDI Perjuangan sebagai mitra kerja pemerintah yang konstruktif, menjadi saudara politik yang baik. Seperti yang disampaikan Bapak Presiden, bahwa PDI Perjuangan dan Gerindra seperti hubungan kakak adik, dan kami membenarkan dan menyambut baik hal itu,” terang Said. [beq]






