Malang (beritajatim.com) – Universitas Islam Malang (Unisma) melepas 502 mahasiswa yang mengikuti Kandidat Sarjana Mengabdi (KSM). Mereka tersebar ke wilayah Malang Raya dan KSM Internasional ke Thailand selama 5 minggu.
Rektor Unisma, Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si., menjelaskan bahwa KSM internasional merupakan mahasiswa dari Fakultas Kedokteran yang disebar ke Thailand untuk diagnosis penyakit dan melakukan pengobatan. Di sana, Unisma bersinergi dengan pusat kesehatan masyarakat Thailand.
“Program KSM Internasional reguler yang kita laksanakan. Artinya bentuk pengabdian seperti biasanya tapi harus menghasilkan produk-produk KSM,” ungkap Maskuri saat pelepasan mahasiswa KSM Unisma di halaman depan kampus, Sabtu (17/2/2024).
Secara umum, peserta KSM harus mengangkat suatu tema tertentu. Mereka diharuskan juga untuk menghasilkan jurnal, dieksposes dengan media sosial atau media massa, video kegiatan, dan modul kegiatan.
KSM Unisma tahun ini berkaitan dengan milestone entrepreneur university. Mahasiswa mengembangkan skill dan inovasi bersama sama dengan masyarakat yang kemudian menumbuhkan jiwa entrepreneur.
“Misal ada lokasi yang berpotensi untuk tempat wisata, mahasiswa bisa mendesain wisata yang bagus, dan itu bisa menciptakan sadar wisata. Lalu menciptakan ekonomi kerakyatannya dan mengkonsolidasikan potensi yang ada sebagai kekuatan untuk mendukung wisata dan lainnya,” ungkap Maskuri.
Dia juga menegaskan terkait kemungkinan Unisma mengembangkan desa wisata dari proses KSM. Bahkan, saat ini Unisma sedang mengembangkan suatu wilayah, tepatnya di Ki Ageng Gribig
“Ki Ageng Gribig itu kita kembangkan dari sisi bahasa Arab, bahasa Inggris, ekonomi, pertaniannya, kita sentuh di sana, pendidikan agamanya kita sentuh. Jadi arahnya, kita membuat semacam pilot project,” kata Maskuri menutup.
Ketua LPPM Unisma Prof. Dr. Ir. Mahayu Woro Lestari, MP., menguraikan sebaran 502 peserta dari masing-masing fakultas. Terbanyak dari fakultas Agama Islam sebanyak 296, lalu FEB 65. FH 4, FIA, 11, FKIP 34, peternakan 21, teknik 59, kedokteran 9.

“Mereka ditempatkan di 14 desa. Salah satunya di luar negeri, yakni di Thailand. Mereka 9 orang dari Fakultas Kedokteran di sana selama 10 hari. Setelah pulang dari Thailand mereka disanjung ksm di Indonesia,” ujar Woro, sapaanya.
KSM periode ini diikuti sekitar 30 persen dari semester genap. Pada semester ini banyak mahasiswa yang mengikuti skema KSM seperti rekognisi.
“Mulai tahun ini akan diadakan KSM nusantara. Kami membuka peluang KSM nusantara karena hari belum terlaksana. Rencananya bisa melaksanakan KSM di tempat masing-masing. Di tiga daerah, yaitu NTT, Rembang, dan Sumenep,” kata Woro.
KSM akan terjun di lapangan 5 minggu. Woro menjelaskan bahwa kegiatan ini seharusnya dilangsungkan pada 1 Februari 2024, tetapi karena pemilu banyak kepala desa tidak bersedia.
Salah satu peserta KSM dari Fakultas Agama Islam mengaku antusias untuk terjun ke masyarakat. Timnya saat ini sedang melakukan monitoring di desa Ngadirejo kecamatan Jabung, kabupaten Malang.
“Kami di sana selama 5 minggu, di desa Ngadirejo. Saya bawa beberapa baju dan peralatan untuk mengabdi di sana. Untuk sekarang tim kami sedang memahami kondisi di desa sana,” ujar Sheila Rizqi dari FAI Unisma. [dan/beq]






