Probolinggo (beritajatim.com) – Program ambulans per kelurahan yang digagas Pemerintah Kota Probolinggo dinilai memiliki peran vital bagi pelayanan kesehatan masyarakat, meski implementasinya belum merata di seluruh wilayah. Sejak diluncurkan menjelang akhir masa jabatan Wali Kota Probolinggo periode 2019–2024, Habib Hadi Zainal Abidin, program ini telah menunjukkan dampak signifikan.
Wakil Ketua I DPRD Kota Probolinggo, Abdul Mujib, menegaskan bahwa layanan ini telah memberi manfaat besar bagi masyarakat. Ia menyampaikan data bahwa ambulans telah digunakan sebanyak 1.911 kali sejak program berjalan. Rinciannya, 603 kali untuk rujukan gawat darurat, 323 kali untuk rujukan tidak gawat darurat, dan 1.038 kali untuk penanganan non gawat darurat.
“Jumlahnya sekitar 165 kali panggilan untuk penggunaan ambulans per bulan sejak programnya berjalan. Jadi ini sangat besar manfaatnya yang dirasakan rakyat,” ungkap Mujib, Sabtu (26/4/2025).
Mujib mengakui bahwa belum semua kelurahan memiliki unit ambulans secara permanen. Hal ini dikarenakan belum memadainya sarana dan prasarana penunjang di beberapa wilayah.
“Ambulans tersebut memang belum bisa ditempatkan di masing-masing kelurahan karena sarana prasarana yang belum memadai. Sehingga masih dibutuhkan fasilitas pendukung lainnya,” ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Probolinggo, dr. Nurul Hasanah Hidayati, turut memberikan pernyataan bahwa program ini berjalan sesuai harapan. Ia menegaskan komitmen pihaknya dalam meningkatkan pelayanan kesehatan di masa mendatang.
“Semua sesuai dengan harapan, dan kami akan terus meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” kata dr. Nurul singkat.
Meski belum menjangkau seluruh kelurahan, program ambulans per kelurahan ini dinilai sebagai langkah strategis dalam meningkatkan akses dan respons layanan kesehatan di Kota Probolinggo. [ada/beq]






