Blitar (beritajatim.com) – Tanah di sekitar Jalur Lintas Selatan (JLS) Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar mulai jadi incaran sejumlah investor. Mereka memanfaatkan potensi di jalur menghubungkan Kabupaten Blitar dengan Kabupaten Malang berupa pemandangan Laut Jawa.
JLS di wilayah Wates Kabupaten Blitar pun dipandang memiliki nilai jual yang tinggi untuk sektor wisata. Hal ternyata sudah tercium oleh para investor dari luar daerah.
Para investor tersebut kini terus berburu tanah di sekitar JLS Kecamatan Wates Kabupaten Blitar untuk dibangun tempat wisata. Lokasi yang diburu oleh para investor ini adalah yang memiliki pemandangan pantai atau Laut Selatan Jawa.
“Sudah banyak yang dibeli investor di sekitar JLS dari Pantai Modangan hingga Gurah hingga Jolosutro nilainya ya tidak murah jauh lebih mahal dari tanah desa,” kata Narsih, warga Desa Tugurejo, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar, Jumat (01/03/24).
Beberapa tanah yang berada di sekitar JLS pun kini telah dibeli investor. Harganya juga tidak murah, ada yang Rp300 juta ada pula yang Rp200 juta.
Mayoritas tanah yang dibeli ini adalah yang dekat dengan JLS juga memiliki spot pemandangan laut selatan jawa yang menawan. Harga tanah di sekitar JLS pun diperkirakan akan terus merangkak naik seiring terus kebutnya proses pengerjaan.
“Harganya naik berkali kali lipat, pembelinya luar daerah ada yang dari Malang ada pula kemarin itu dari Surabaya,” tegasnya.
Selain menjadi jalur penghubung antar kota di wilayah Selatan Jawa, JLS memang menyimpan potensi ekonomi utamanya sektor pariwisata. Beberapa titik JLS yang telah jadi seperti di Malang dan Tulungagung kini sudah banyak dijadikan tempat wisata.
Warga dan investor pun kini berlomba-lomba untuk mendirikan usaha di sekitar JLS. Pasalnya saat musim liburan banyak wisatawan yang berkunjung ke JLS untuk melepas penat dari rutinitas perkotaan.
“Kalau di Malang atau Tulungagung itu kan sudah ramai kalau disini kemungkinan juga akan seperti itu makanya para investor banyak mengincar tanah di sini,” tegasnya.
Warga lokal sendiri tidak kuasa menahan gempuran investor luar daerah. Pasalnya harga yang ditawarkan untuk tanah yang dimiliki warga lokal jauh diatas normal. [owi/beq]






