Ponorogo (beritajatim.com) – Bagi pejuang NIP, tahun ini harus mengubur dalam-dalam niatnya untuk daftar calon pegawai negeri sipil (CPNS). Sebab, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Ponorogo memastikan jika tahun 2022 ini tidak ada rekrutmen CPNS di Bumi Reyog.
Kebijakan itu pun bukan hanya di Ponorogo saja namun bersifat nasional. Sehingga memungkinkan seleksi CPNS tahun 2021 akan menjadi perekrutan PNS terakhir.
“Tahun ini di Ponorogo tidak ada seleksi CPNS. Ini bersifat nasional, sehingga harus kita ikuti intruksi dari pemerintah pusat,” kata Kabid Perencanaan, Pengadaan, Pengolahan Data, dan Sistem Informasi ASN di BKPSDM Ponorogo, Ismoyo, Rabu (5/1/2022).

Ismoyo menjelaskan bahwa pemerintah tidak akan membuka perekrutan CPNS hingga tahun 2022. Hal itu dilakukan kemungkinan untuk mengurangi jumlah PNS yang ada. Tahun 2022, pemerintah hanya akan membuka seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) saja.
“Tidak ada tes CPNS, tetapi kita tetap melakukan tes PPPK,” ungkapnya.
Rekrutmen PPPK ini bukan hanya untuk formasi guru saja, namun formasi non guru juga ada. Ismoyo menyebut jika BKPSDM sudah mengusulkan 600 formasi PPPK ke Badan Kepegawaian Negara (BKN).
“Jadi ada 600 formasi PPPK yang kami usulkan ke BKN,” ungkap Ismoyo.
[berita-terkait number=”4″ tag=”cpns”]
Dia berharap dengan adanya rekrutmen PPPK ini bisa mencukupi kebutuhan dari pegawai pemerintah yang sudah pensiun. Seleksi PPPK guru dan non guru ini tidak dikhususkan untuk pegawai honorer saja. Namun, bisa untuk umum, asalkan sudah memiliki surat keterangan pengalaman kerja.
‘Jadi bagi pelamar yang fresh graduate belum bisa, harus mempunyai pengalaman kerja,” pungkasnya. [end/but]






