Trenggalek (beritajatim.com) – Setelah berhasil menggelar Volunteer Action LMI pekan lalu, kini relawan LMI Rescue mengikuti pelatihan water rescue. Kegiatan diadakan oleh Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas)
Relawan lain yang ikut dalam pelatihan water rescue Basarnas ini adalah relawas GAS, Kompas, Fugana, dan Senkom. Dalam pelatihan tersebut, para relawan disuguhi dengan materi yang menarik dan dapat merasakan langsung praktik di lapangan.
Yoni Fariza, selaku Koordinator Pos Basarnas Trenggalek mengungkapkan, kegiatan ini bertujuan untuk menekan jumlah korban di laut maupun sungai, baik meninggal maupun hilang di sepanjang pantai selatan dan sungai Brantas.
“Potensi relawan SAR untuk memiliki bekal diri dengan kemampuan water rescue itu penting agar mampu melakukan pertolongan dan evakuasi korban di perairan,” ujar Yoni, sapaan akrabnya saat memberikan memberikan materi pelatihan pertama di Pos Trenggalek, Ahad (8/10/2023).
Baca Juga : LMI Gelar Pelatihan Story Telling Bagi Guru Paud Kediri
Sementara itu, Susanto, selaku Supervisor DPB Laznas LMI menjelaskan para relawan dalam pelatihan ini akan dibekali berbagai materi dan aplikasi lapangan.
“Para relawan dalam pelatihan water rescue diberikan materi kelas serta aplikasi lapangan. Materi tersebut meliputi pedoman keselamatan di air, pengantar pertolongan di air, kedaruratan di air, personal floaing device, self rescue, etode pertolongan di ir, defens dan release, owing dan carry, serta akses dan pertolongan,” jelas Santo, sapaan akrabnya.
Pada kegiatan ini, Mobil Siaga Pangan LMI terus membersamai untuk mensupport dapur umum para relawan dari pagi hingga sore hari. [nm/ted]






