Cianjur (beritajatim.com)- Ganjar Pranowo capres 2024, mendapat apresiasi dari Sandi Oka Susila, Duta Petani Millenial dari Cianjur.
Sandi menganggap Ganjar sangat serius dalam mewujudkan ketahanan pangan dan mengembangkan pertanian.
Sandi menyampaikan hal itu setelah menemani Ganjar mengunjungi desanya di Tegallega Cianjur, Kamis (5/10/2023). Sandi berdiskusi banyak dengan Ganjar dan mendengar ide dan gagasan beliau tentang pertanian dan ketahanan pangan.
“Kami senang bisa ketemu Pak Ganjar. Beliau memberi harapan besar khususnya di pertanian,” katanya.
Sandi melihat banyak bukti keseriusan Ganjar. Misalnya dengan beliau menggagas pembuatan pabrik teh premium di Tegallega dan melibatkan petani milenial serta memberdayakan petani lokal agar lebih sejahtera.
“Itu bagian dari program hilirisasi pertanian yang beliau gagas dan kami anak muda diajak ikut dalam program itu. Pak Ganjar memang punya perhatian besar pada kesejahteraan petani,” jelasnya.
Sandi menilai Ganjar serius dan fokus dalam pengembangan pertanian demi ketahanan pangan. Ide dan gagasan Ganjar maju ke depan tentang perencanaan yang matang.
“Dan itu dimulai dari desa, sebagai penghasil pangan utama. Beliau datang dan mendampingi. Itu bukti kalau beliau serius,” ucapnya.
Baca Juga: Solihin GP Sambut Hangat Ganjar Pranowo, Beri Ikat Barangbang Semplak
Sandi mengatakan hal itu sangat menggembirakan. Sebab bicara pertanian dan ketahanan pangan adalah bicara masalah kehidupan.
Jadi, kata dia, seorang pemimpin harus fokus pada ketahanan pangan. Apalagi saat ini, kondisi pangan dunia mengkhawatirkan.
“Dan apa yang dilakukan Pak Ganjar sudah tepat. Tentu dengan program beliau, ketahanan pangan dan regenerasi petani milenial bisa terwujud. Tentu ini harapan dan angin segar bagi masa depan Indonesia,” tutupnya.
Singkat cerita, Ganjar Pranowo mengunjungi Desa Tegallega Cianjur pada Rabu (4/10/2023) dan menginap di kampung di kaki Gunung Gede itu. Ganjar memanfaatkan kesempatan itu untuk menyerap aspirasi dari masyarakat.
Ganjar juga bekerja sama dengan koperasi dan petani milenial di desa itu untuk membuat pabrik teh premium. Pabrik teh dengan merk Teh GP itu nantinya akan memberdayakan petani milenial dan petani lokal untuk memproduksi teh premium.
Pabrik direncanakan akan beroperasi pada pertengahan November 2023. Sebanyak 4 hektare kebun teh diberdayakan oleh para petani milenial dengan kapasitas produksi 200 kg per hari.
Teh premium merk Teh GP itu nantinya akan dijual dengan harga tinggi. Per 50 gram, dijual dengan harga Rp150.000 dan per kilogramnya sekitar Rp800.000 hingga Rp2 juta. Diperkirakan, pabrik teh akan beromset Rp200 juta per bulan dan akan terus bertambah dengan penambahan luas lahan dan kapasitas produksi.
[berita-terkait number=”3″ tag=”pilpres-2024″]






