Malang (beritajatim.com) – Upacara peringatan Hari Kemerdekaan ke 78 Republik Indonesia di Balai Kota Malang menjadi momen upacara terakhir bagi Wali Kota Malang, Sutiaji dan Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, pada Kamis, 17 Agustus 2023.
Kedua pimpinan Daerah Kota Malang ini akan mengakhiri era kepemimpinannya pada 24 September 2023 mendatang. Dalam upacara itu, Sutiaji menegaskan bahwa selama masa jabatannya dia bersyukur telah dibimbing oleh Wali Kota Malang terdahulu.
“Kepada guru-guru yang sudah mengajari, saya, saya ucapkan sangat-sangat terima kasih,” kata Sutiaji.
Tak lupa, ucapan terima kasih juga disampaikan kepada jajaran Wali Kota di periode sebelumnya.
Baca Juga: 262 Narapidana Rutan Bangil Dapat Diskon Masa Tahanan
“Terima kasih Abah Anton, terimakasih Pak Peni Suparto, terimakasih Pak Suyitno, terimakasih Pak Soesamto, terimakasih Pak Soegiyono. Kolaborasi antara pemimpin terdahulu yang sudah tertanam nilai patriotismenya menjadi landasan dasar kami untuk melangkah kedepan.
“Tanpa beliau, guru-guru yang menanamkan darma bhaktinya kepada nusa dan bangsa, khususnya Kota Malang, tidak mungkin perjalanan kami tiba di titik ini,” ujar Sutiaji.
Sutiaji menuturkan, dalam proses pembangunan Kota Malang dia mengapresiasi kekompakan masyarakat dan jajaran pemerintah yang telah berjalan baik.
Baca Juga: Wali Kota Kediri Ajak Masyarakat Berpartisipasi Majukan Indonesia
“Kami juga bersyukur karena bisa mengatasi Covid-19. Dari Pandemi menjadi Endemi. Tapi semuanya gotong royong masyarakat, gotong royong kita semua. Dengan gotong royong Indonesia tetap jaya,” imbuh Sutiaji.
Di akhir masa purna jabatan, Sutiaji mengatakan bahwa ke depan tugas merawat Kota Malang bukan hanya tugas Eksekutif dan Legislatif saja. Namun, menjadi tugas bersama-sama warga yang tinggal di Kota Malang.
“Malang bukan milik Wali Kota atau 45 anggota dewan, tapi milik bersama. Mudah-mudahan Tuhan memberikan kekuatan. Dari Malang untuk Indonesia dan dunia, tidak boleh sekadar kata-kata semata,” ujar Sutiaji. (Luc/ian)






