Pasuruan (beritajatim.com) – Sebanyak 262 narapidana rumah tahanan (rutan) Bangil mendapat remisi atau pengurangan masa tahanan. Sedangkan 7 diantaranya mendapatkan pengurangan masa tahanan dan juga bebas.
Kepala Rutan Bangil, Akhmad Sobirin Soleh mengatakan remisi yang diberikan kepada para tahanan tersebut paling banyak yakni tiga bulan. Hal ini dilakukan setelah mempertimbangkan prilaku narapidan selama di dalam Rutan.
Sobirin memastikan bahwa remisi yang diberikan saat ini sudah ditetapkan dan tidak ada perubahan kembali. Namun, jika ada penambahan, remisi akan diberikan secara menyusul.
Baca Juga: Uston Nawawi Pastikan Persebaya Siap Tempur Lawan PSM Makasar
“Remisi tahun ini paling banyak dari narapidana kriminal umum dibanding kasus narkoba. Dengan bebasnya ketujuh orang narapidana ini bisa mengurangi kapasitas rutan yang saat ini sudah overload,” kata Sobirin, Kamis (17/8/2023).
Remisi narapidana ini juga dihadiri Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf bersama Forkopimda Kabupaten Pasuruan. Dalam sambutannya, Gus Irsyad sapaan akrabnya menitipka. pesan kepada para narapidana yang bebas agar tidak mengulang perbuatannya kembali.
Tak hanya itu, Gus Irsyad juga mengatakan agar mantan narapidana ini bisa segera membaur dengan masyarakat lainnya. Meski hal tersebut dirasa sangat sulit dilakukan bagi para mantan napi tersebut.
Baca Juga: Kapten Persebaya Reva Adi Ingin Buktikan Bisa Tundukkan PSM di GBT
“Saya ingatkan agar terus mengingat dan takwa kepada tuhan yang maha esa, biar dijauhkan dari hal-hal buruk. Kemudian setelah keluar nanti, saya harap bisa kembali berbaur dengan masyarakat,” kata Gus Irsyad.
Dilain tempat, M Yusuf salah satu narapidana yang bebas ini merasa bersyukur dan bisa kembali bersama keluarga. Sebelumnya Yusuf harus berpisah dengan keluarga selama 20 bulan untuk menjalani masa hukumannya di Rutan Bangil.
“Dulu saya masuk karena kasus penipuan dan akhirbya divonis hakim dengan hukuman 2 tahun penjara. Selama didalam saya terus menyesali perbuatan saya dan sering melakukan pengajian atau istighosah,” kata Yusuf, bapak dari dua orang anak. (ada/ian)






