Pamekasan (beritajatim.com) – Penyalahgunaan narkoba dinilai sebagai bahaya laten yang terus mengancam bangsa Indonesia, tanpa memandang usia maupun latar belakang korban. Para pengedar narkoba disebut akan terus mencari mangsa secara membabi buta demi melanggengkan bisnis haram tersebut.
Hal itu ditegaskan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan, Khairul Umam, saat konferensi pers dan deklarasi anti narkoba yang digelar di Mandhapa Aghung Ronggosukowati, Jalan Pamong Praja Nomor 1 Pamekasan, pada ditulis Sabtu (7/6/2025).
“Penyalahgunaan narkoba ini termasuk dalam kategori bahaya laten, di mana para bandar maupun pengedar narkoba tidak akan pandang bulu mencari korban, baik dari anak-anak hingga orang dewasa,” ujar Khairul Umam.
Pernyataan itu diperkuat dengan bukti nyata berupa pemusnahan barang bukti narkotika oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur. Dalam kegiatan yang digelar di Lapangan Nagara Bhakti Pamekasan tersebut, dimusnahkan sebanyak 6.868,95 gram sabu dan 10.608,417 gram ganja.
“Hal ini menandakan jika Indonesia, termasuk di wilayah Provinsi Jawa Timur, masuk dalam kategori darurat narkoba. Buktinya narkoba sudah menyusup ke berbagai sendi kehidupan, tidak terkecuali generasi muda,” ungkapnya.
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini juga mendorong pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan untuk bertindak tegas terhadap segala bentuk penyalahgunaan narkoba, terlebih jaringan peredaran yang terlibat berskala internasional.
“Oleh karena itu, pemerintah harus menghadapi persoalan narkoba ini dengan tegas, serta tidak memberi kesempatan maupun peluang sekecil apapun bagi para bandar maupun pengedar mengedarkan narkoba,” tegasnya.
Khairul Umam menambahkan bahwa pihaknya bersama stakeholder di Pamekasan menyatakan dukungan penuh terhadap gerakan anti narkoba dan menyampaikan komitmen bersama untuk memutus rantai peredarannya di Jawa Timur, khususnya di Kabupaten Pamekasan.
“Kita adalah bangsa yang beradab, dan sudah semestinya menyatakan perang terhadap narkoba. Tentunya hal ini juga dibutuhkan komitmen bersama dari semua pihak untuk bersama-sama mengantisipasi sekaligus memutus peredaran narkoba, khususnya di Pamekasan,” pungkasnya. [pin/beq]






