Banyuwangi (beritajatim.com) – Perusahaan Listrik Negara (PLN) menambah listrik dengan membangun infrastruktur jaringan listrik baru. Pembangunan itu nantinya terdapat saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET) 500 KV yang akan membentang mulai Paiton sampai Banyuwangi.
“Kalau diistilahkan ini adalah ‘jalan tol’ listrik yang akan memperlancar dan menambah kapasitas listrik ke daerah. Dengan jaringan baru ini kebutuhan listrik untuk mendukung industri Banyuwangi akan tercukupi sampai 10 tahun ke depan,” ungkap General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Timur dan Bali (UIP JBTB), Anang Yahmadi.
Anang menyebut, melalui Java Bali Connection (JBC) akan menambah pasokan listrik menjadi 500 KV atau setara 400 ribu watt ke Banyuwangi. Saat ini tahapan program JBC sudah memasuki persiapan kontruksi.
“Diharapkan tahun depan proyek ini akan mulai dibangun dan akan selesai pada kisaran 2026,” jelasnya.
BACA JUGA:
Bersandarnya Sang Legenda KRI Dewaruci di Banyuwangi
Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyebut pembangunan dan penambahan pasokan listrik ke daerahnya akan berdampak positif. “Banyuwangi menjadi daerah yang semakin menarik untuk investasi,” kata Ipuk.
Menurut Ipuk, dalam kurun waktu 10 tahun terakhir investasi di daerahnya kian tumbuh. Salah satunya adanya Pabrik Gula Glenmore hingga masuknya industri kereta api PT INKA. Termasuk, jaringan hotel besar yang juga membutuhkan banyak pasokan listrik.
BACA JUGA:
Banyuwangi Borong 3 Penghargaan Pelayanan Publik Nasional
Bahkan, berdasarkan data BPS, pertumbuhan ekonomi Banyuwangi tahun 2022 tercatat 4,43 persen, meningkat dari sebelumnya yang 4,08 persen.
“Pemkab siap mendukung sesuai kewenangan kita. Semoga berjalan sesuai target pekerjannya,” kata Ipuk. [rin/beq]






