Pamekasan (beritajatim.com) – Penjabat (Pj) Bupati Pamekasan, Masrukin mengimbau sekaligus masyarakat agar selalu menjaga kebersihan lingkungan guna mengantisipasi berbagai jenis bencana alam.
Terlebih saat ini sudah mulai memasuki musim penghujan, di mana terdapat beberapa jenis bencana alam yang mulai memantau khususnya di wilayah Pamekasan, dan sekitarnya.
“Memasuki musim penghujan saat ini, kami ingin kembali mengingatkan kita semua untuk selalu menjaga lingkungan agar tetap bersih, salah satunya dengan tidak membuang sampah sembarangan,” kata Masrukin, Rabu (17/1/2024).
Beragam jenis bencana alam pada musim penghujan seperti saat ini terbilang variatif, mulai dari angin kencang akibat cuaca ekstrem, longsor hingga bencana banjir.
Baca Juga: 51 Rumah di Pamekasan Rusak Akibat Cuaca Ekstrem
“Selain cuaca ekstrem berupa hujan lebat maupun angin kencang hingga longsor, bencana banjir juga dapat kita minimalisir dengan tidak membuang sampah sembarangan, karena sampah merupakan salah satu penyebab banjir yang sangat signifikan,” tegasnya.
Guna mengantisipasi sekaligus pencegahan terhadap bencana, Pemkab Pamekasan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, mendirikan Pos Terpadu Darurat Bencana Hidrometeorologi yang dipusatkan di sisi selatan area Monumen Arek Lancor.
Baca Juga: Siaga Bencana, BPBD Pamekasan Dirikan Pos Terpadu di Arek Lancor
Terlebih memasuki musim penghujan tahun ini, terdapat beragam potensi bencana alam yang mengintai hampir di seluruh kecamatan di Pamekasan. Mulai dari bencana angin kencang (cuaca ekstrem), bencana longsor hingga bencana banjir atau luapan air akibat intensitas hujan.
Terbaru terdapat sedikitnya 51 rumah milik warga di Desa Panaan dan Desa Potoan Laok, kecamatan Palengaan, Pamekasan, rusak akibat cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang di wilayah setempat, Selasa (16/1/2024) kemarin.
Peristiwa tersebut juga merobohkan beberapa pohon, bahkan beberapa di antaranya juga ada yang menutup akses jalan raya, sehingga mengganggu pengguna jalan di wilayah setempat. [pin/kun]






