Jember (beritajatim.com) – Pemilihan kepala daerah tak menghentikan sejumlah agenda pariwisata dan kebudayaan di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Pemerintah Kabupaten Jember berharap kunjungan wisatawan bertambah.
Grand final kontes Gus dan Ning Jember akan digelar pada 6 Juli 2024. “Tanggal 7 Juli ada lomba perkutut nasional. Pesertanya sudah tembus lebih seribu orang. Ada juga event kicau mania pada Juli,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jember Bambang Rudianto, Rabu (3/7/2024).
Jember Kota Cerutu Indonesia keenam akan digelar sebelum Jember Fashion Carnaval ke-22 yang digelar pada 2-4 Agustus 2024. “Tema JFC tahun ini adalah Algorithm dengan sepuluh defile, antara lain Chess, Wayang, Climate Change, dan lain-lain,” kata Rudianto.
Karnaval budaya di sejumlah lokasi juga akan digelar sepanjang Agustus untuk menyambut perayaan Hari Kemerdekaan RI, baik oleh pemerintah maupun masyarakat. “Selain upacara pengibaran dan penurunan bendera, kami menyiapkan drama kolosal sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. Hari ini akan lebih heboh lagi, dan akan diselenggarakan di Jember Sport Garden,” kata Rudianto.
Akhir Agustus 2024, agenda ditutup dengan gerak jalan Tanggul-Jember Tradisional (Tajemtra) dan perayaan Hari Aksara Nusantara. “Hari Aksara Nusantara adalah yang pertama dan akan dideklarasikan di Jember,” kata Rudianto. Pemkab Jember juga memfasilitasi agenda Jember Fishing Tourism pada November 2024.
Selain sejumlah agenda berskala besar yang ditangani Dinas Pariwisata, menurut Rudianto, ada sejumlah agenda yang ditangani organisasi perangkat daerah lainnya seperti Dinas Kepemudaan dan Olahraga. “Kami juga mendukung kegiatan entertainment. Dinas Koperasi dan UMKM mendukung untuk kulinernya. Jadi jahitannya terintegrasi,” katanya.
“Kami sudah membuat e-calender events dan e-booklet yang kami sebar ke semua instansi dan stakeholder serta publik. Kami juga ada sistem barcode yang begitu diklik bisa muncul nama destinasi wisata yang bisa diakses,” kata Rudianto.
Kendati bertepatan dengan tahun politik, Rudianto berharap jumlah kunjungan wisatawan bisa meningkat. “Tahun lalu menembus satu juta lebih wisatawan. Di Wahana Citra Mandiri yang dikelola badan usaha milik desa (BUMDes), bisa seratus orang ribu lebih yang berkunjung,” katanya.
Menurut Rudianto ada tren positif di dunia wisata Jember. “Selain wisata di pesisir dan lereng gunung, juga ada wisata budaya seperti cagar budaya dan situs. Semakin trending hari ini,” katanya. [wir]






