Surabaya (beritajatim.com) – Menjelang perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, HUT RI ke-81, Kampung Bendera Surabaya yang terletak di Jalan Darmokali, Kecamatan Wonokromo, mulai menunjukkan denyut kesibukan yang meriah.
Pemandangan mencolok dan memanjakan mata itu tersaji indah dari deretan belasan lapak yang bersolek sepanjang 800 meter, berhias ornamen serba merah putih di antara rumah-rumah warga, di tepi kanan-kiri jalan aspal.
Beragam variasi dan modifikasi bentuk umbul-umbul dan bendera ditopang setinggi mungkin dengan menggunakan ruas-ruas bambu, melambai, anggun, tertiup angin sepoi-sepoi di sepanjang sisi kanan dan kiri jalan.
Keindahan suasana tersebut semakin semarak dengan kehadiran kerlap-kerlip lampion bergambar angka 81 yang berayun lembut, menambah semarak atmosfer khas Kampung Bendera Surabaya.
Di tengah kemeriahan tersebut, seorang pengusaha muda bernama Ais (22) mengaku bersyukur karena dapat meraup keuntungan melimpah dari usahanya sebagai pengrajin perlengkapan HUT RI.
Ia mengaku, usaha yang telah dikelolanya secara turun-temurun selama 12 tahun ini mulai kebanjiran banyak pesanan sejak tanggal 10 Juli lalu.
Selain kedatangan pembeli perorangan, lapak miliknya juga dipadati pesanan dari berbagai instansi pemerintahan, termasuk langganan pejabat setianya seperti Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak.
”Kami menjualnya lengkap di sini; bendera, tiang, umbul-umbul, hingga segala macam hiasan mulai dari yang berkecil di sepeda motor, rumah, sampai perkantoran dengan total lebih dari 50 jenis,” ungkap Ais saat ditemui di lokasi.
Ais menuturkan, bahwa jangkauan pelanggan di kampung kelahirannya yang dijuluki surganya pernak-pernik kemerdekaan ini sudah merata hingga ke seluruh penjuru Jawa Timur.
Guna memperluas jangkauan pasar, ia juga memasarkan produknya melalui toko online, sehingga memudahkan pembeli bertransaksi tanpa harus datang langsung ke lapak.
”Alhamdulillah, identitas Kampung Bendera ini memberikan banyak rezeki bagi warga sekitar, dan kami sangat menikmati bisnis warisan orang tua ini meskipun persaingan semakin ketat,” pungkasnya. (rma/ian)






