Jember (beritajatim.com) – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) gembira dengan informasi soal Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, yang akan merekrut 738 orang guru berstatus pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) tahun ini.
Saat ini masih ada dua ribu orang guru berstatus tidak tetap. Namun Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia Jember Supriyono memahami rekrutmen guru PPPK tidak bisa dilakukan besar-besaran karena masalah keterbatasan anggaran daerah.
“Kata Pak Bupati kalau tidak membangun yang lain, mungkin (guru tidak tetap) bisa diangkat semua. Tapi karena sektor lain masih perlu dibangun, tentunya kita mengukur kekuatan APBD dan aturan besaran belanja pegawai yang tidak bisa melebihi 30 persen,” katanya.
Rekrutmen 738 guru PPPK ini akan memperhatikan guru-guru tidak tetap. Guru yang sudah berstatus PPPK pun bisa mengikuti tes calon pegawai negeri sipil tanpa meninggalkan status mereka saat ini.
“GTT hari ini yang belum PPPK tentunya akan ikut tes PPPK. Tapi mungkin GTT yang masih berusia 30 tahun akan berebut posisi menjadi calon pegawau negeri sipil,” kata Supriyono.
Saat ini jumlah GTT di Jember mencapai dua ribu orang. “Sisanya mudah-mudahan tahun depan bisa terekrut. Saya optimistis karena purna tugas terus berjalan, sehingga saya yakin Dinas Pendidikan pasti akan memberikan kuota formasi sesuai kebutuhan, khususnya guru,” kata Supriyono.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Jember Suko Winarno mengatakan, selain 738 PPPK guru, pemkab juga merekrut 662 PPPK tenaga kesehatan dan 200 PPPK tenaga teknis pelaksana maupun staf.
“Total jumlah dua ribu formasi. Kami sudah dapat penetapan kebutuhan/formasi dari Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara-Reformasi Birokrasi. Sementara jadwal pelaksanaan masih belum, menunggu Badan Kepegawaian Nasional yang punya kewenangan,” kata Suko, Selasa (3/9/2024). [wir]






