Tuban (beritajatim.com) – Puluhan petani di Dusun Jambangan, Desa Tahulu, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban beralih ke pupuk Rojo Koyo Manunggal (RKM). Pilihan itu, salah satunya, karena kesulitan mendapatkan pupuk subsidi.
Salah satu petani Arie Wibowo mengungkapkan, petani di Kecamatan Merakurak, khususnya di Desa Tahulu, sudah merasakan bagusnya pupuk RKM. Hasil panen melimpah. Bahkan dia sudah menjadi agen penjualan pupuk RKM di desa tersebut.
“Karena pupuk subsidi kadang sulit, jadi bisa dicampur dengan pupuk RKM. Menurut saya ini solusi buat petani,” ucap Arie Wibowo, Jumat (30/06/2023).
Ia menjelaskan, pupuk RKM bisa dicampur dengan pupuk urea dan sudah terbukti hasil panen melimpah. “Alhamdulilah panen juga bagus dan tidak susah mencari pupuk RKM, karena sudah banyak yang menggunakan,” terang dia.
Manager Area Distribusi Pupuk RKM Tuban L Heru Imam Huri juga menyampaikan, pihaknya sudah sering melakukan sosialisasi terkait keunggulan pupuk RKM kepada para petani di Kabupaten Tuban. Dari hasil sosialisasi tersebut, banyak para petani yang mengaku menggunakan pupuk RKM.
“Jadi kami sifatnya bersinergi dengan pupuk subsidi dan alhamdulillah antusias dari petani juga sangat bagus,” ungkap L Heru Imam Huri.
Imam sapanya juga menambahkan, sosialisasi dilaksanakan dengan tujuan agar menampung aspirasi dari petani yang selama ini kesulitan mencari pupuk subsidi karena terbatas oleh lain hal. Sehingga, apa yang menjadi keluh kesah juga ditampung oleh ketua KTNA.
“Keunggulan pupuk RKM ini bisa menaikkan PH tanah yang turun dan menstabilkan PH tanah. Serta kandungan dari pupuk RKM sangat bagus untuk tanaman holtikultura,” jelas dia.
Dijelaskannya, penggunaannya RKM harus dicampur dengan pupuk subsidi terutama pupuk urea. Artinya pupuk RKM digunakan oleh petani menjadi solusi pengganti Phonska yang semakin sulit didapatkan.
BACA JUGA:
Dinas Pertanian Tuban Pastikan Distribusi Pupuk Tidak Ada Keterlambatan
Harga tergolong standar, yakni harga eceran tertinggi di Kabupaten Tuban terutama di daerah yang jauh dari kota yaitu Rp 140 ribu dan masih ada toleransi di angka Rp 145 ribu. Sedangkan RKM biru harga tertinggi Rp 125 ribu per 5 kilogram.
“Lebih dari itu tetap akan kita kondisikan dan kita tegur. Jadi tidak boleh lebih dari Rp 145 ribu harganya,” terang Imam.
Menurut Imam, pupuk RKM hadir sebagai solusi sejahtera bagi petani, terutama petani lahan persil yang tidak punya jatah pupuk subsidi dari pemerintah ataupun petani dengan kondisi jatah yang sangat terbatas. Pupuk RKM ini bisa cepat didapatkan tanpa harus menggunakan syarat-syarat tertentu.
“Bisa diperoleh secara langsung dari agen-agen kita yang sudah tersebar di berbagai kecamatan yang ada di Tuban,” pungkasnya. [ayu/but]
![Petani Tuban Mulai Beralih ke Pupuk RKM Para petani di Dusun Jambangan, Desa Tahulu, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban. [Foto: Diah Ayu/beritajatim.com]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2023/06/1-68.jpg)





