Tuban (beritajatim.com) – Para petani binaan PT Pertamina Eksplorasi dan Produksi (PEP) Sukowati di Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, kini memasuki masa panen padi.
Tanaman bahan makanan pokok ini sebelumnya dibudidayakan menggunakan cara pertanian organik dalam program pengembangan masyarakat (PPM).
Melalui PPM yang diinisiasi oleh PEP Sukowati Field, Zona 11 Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina sejak bulan Mei 2023 untuk mendukung ketahanan pangan di desa tersebut, mereka mendapatkan hasil berlipat dibandingkan dengan pertanian konvensional, sekaligus melakukan program peningkatan kualitas lingkungan yang berpengaruh pada kesuburan tanah.
Program Pertanian Organik dilaksanakan oleh Kelompok Pertanian (Poktan) Organik Antasena yang beranggotakan 48 petani.
Melalui kajian yang dilakukan oleh Universitas Nasional, Jakarta, program pertanian organik di Desa Rahayu ini mampu berkontribusi pada perbaikan lingkungan melalui subtitusi pupuk kimia sebanyak 400 Kg per hektar menjadi pupuk organik sebanyak 3-4 ton per hektar.
Hal ini berdampak pada perbaikan tanah sawah yang berpotensi terjadinya kerusakan akibat residu pupuk kimia pada lahan pertanian seluas 1 Hektar.
Selain itu, pemanfaatan 4 hingga 5 ton kotoran ternak menjadi pupuk organik berkontribusi dalam menghasilkan C-Organik sebesar 2,24 %, Poshpor 96,80 ppm P2O5, dan unsur Nitrogen sebesar 0,11%. Kondisi ini termasuk dalam kategori sedang dalam standar kesuburan tanah sawah. (ted)






