Tuban (beritajatim.com) – Menerima dana santunan kematian dalam jumlah besar kerap menjadi buah simalakamA bagi keluarga yang ditinggalkan. Tanpa perencanaan yang matang, uang duka yang seharusnya menjadi penyambung hidup justru sering kali lenyap dalam waktu singkat untuk kebutuhan konsumtif.
Menjawab persoalan tersebut, langkah terobosan diambil lewat kolaborasi strategis di Kabupaten Tuban. Para ahli waris pekerja kini tidak sekadar menerima dana transferan, melainkan dibekali amunisi agar mampu berdiri di atas kaki sendiri.
BPJS Ketenagakerjaan bersama PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) Tuban resmi meluncurkan program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian (PEKA) bagi para penerima manfaat.
Kepala Kanwil BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur, Irvansyah Utoh Banja menyampaikan bahwa program PEKA hadir untuk memastikan santunan dapat dimanfaatkan secara produktif. Secara regulasi tugas utama memang memastikan hak ahli waris cair, namun kondisi di lapangan menunjukkan mereka butuh pendampingan lanjutan untuk melanjutkan hidup.
Dalam praktiknya, pihak kepolisian dan penyelenggara harus berkolaborasi dengan Pemkab Tuban serta CSR perusahaan. Peluncuran di Tuban ini menjadi yang keempat di Jawa Timur setelah Malang, Sidoarjo, dan Banyuwangi.
Istimewanya, pelaksanaan di Tuban melibatkan pelatihan literasi keuangan langsung dari Bank Syariah Indonesia. Langkah ini diharapkan menjadi model acuan bagi daerah lain dalam mengelola dana santunan secara bijak.
General Manager PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, Priyatno menyambut hangat kolaborasi yang sejalan dengan visi pemberdayaan perusahaan. Pihaknya kini tidak hanya memfasilitasi penerima manfaat untuk memproduksi suatu barang, tetapi juga menjamin rantai pemasarannya.
Setiap kali perusahaan atau Pemkab Tuban menggelar agenda resmi, produk-produk buatan ahli waris tersebut bakal diprioritaskan sebagai komoditas utama.
Langkah bertahap ini akan terus disortir sesuai minat dan potensi para penerima manfaat. Target akhirnya jelas, yakni mencetak ahli waris yang mandiri secara finansial dan memiliki unit usaha yang terus berkembang di masa depan. [dya/ian]






