Gresik (beritajatim.com) – Raut wajah Khumaidi (56) sangat sumringah. Petani tembakau asal Desa Telawah, Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan itu tak menyangka hasil panen tanaman tembakaunya meningkat berkat dukungan Petrokimia Gresik (PG) dan PT Djarum.
Khumaidi yang puluhan tahun berprofesi sebagai petani tembakau mengaku sejak dirinya mengikuti program makmur. Produktivitas dan kualitas tembakau yang dihasilkan mencapai 100 kilogram per hektar berat kering, dan rendemen 1-2% dibanding musim tanam sebelumnya.
“Program makmur memberikan solusi peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani ini. Rekomendasi pemupukan yang diberikan juga mampu meningkatkan kualitas dan bobot daun yang dipanen,” ujarnya, Jumat (30/8/2024).
Ia menambahkan, meski di program ini menggunakan pupuk non subsidi yang harganya lebih mahal, tapi dengan hasil panen yang lebih melimpah dan kualitas daun yang lebih bagus maka produktivitasnya jauh lebih besar. “Panen kami lebih meningkat produktivitasnya dan rendemennya juga semakin bagus,” imbuhnya.
Sementara, Dirut Petrokimia Gresik, Dwi Satryo Annurogo menuturkan, kerja sama program makmur dengan PT Djarum ini merupakan tahun kedua. Dimana tahun pertama dilakukan di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB). Keberhasilan dan kebermanfaatan dari kerja sama ini diperluas untuk petani binaan PT Djarum di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, termasuk di Grobogan.
“Data Badan Pusat Statistik (BPS) menjelaskan volume produksi tembakau Indonesia pada 2023 mencapai 238,8 ribu ton, naik 7,62% dibanding tahun sebelumnya. Dimana Jawa Tengah menjadi penyumbang terbesar ketiga dengan produksi mencapai 52,7 ribu ton,” tuturnya.
Melalui kolaborasi ini lanjut dia, harapannya petani di Jawa Tengah bisa menduplikasi budidaya yang telah kami terapkan. Selain meningkatkan kesejahteraan petani, kontribusi Jawa Tengah sebagai penghasil tembakau nasional juga dapat ditingkatkan.
“Dalam kerja sama ini Petrokimia Gresik berperan memberikan jaminan penyediaan pupuk nonsubsidi kepada petani tembakau binaan PT Djarum. Selain itu, kami juga melakukan kegiatan sosialisasi pemupukan berimbang, kawalan budidaya, pengendalian hama,” ungkapnya. [dny/kun]






