Jombang (beritajatim.com) – Petani yang mengikuti bazar durian di lapangan Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang tersenyum sumringah. Dagangan mereka laris manis dalam bazar yang digelar selama dua hari, yakni Sabtu dan Minggu (25-26 Februari 2023).
Pengunjung datang silih berganti untuk membeli buah berduri tersebut. Apalagi saat rombongan Ketua AKD (Asosiasi Kepala Desa) Kabupaten Jombang H Warsubi mengunjungi bazar tersebut, para pedagangan kebanjiran rezeki. Karena durian yang mereka jajakan diborong oleh Warsubi.
Bukan hanya satu lapak. Warsubi membeli secara merata. Setiap lapak dia membeli lima butir durian. Ada yang dimakan di tempat secara bersama-sama, ada pula yang dibawa pula sebagai oleh-oleh. “Tentu kami senang, karena durian kami diborong. Laris manis,” ujar salah satu petani dan penjual durian Wonosalam, Suep.
BACA JUGA:
Durian Mbah Woro, ‘Harta Karun Terpendam’ dari Karangan Jombang
Suep mewakili petani Wonosalam memberikan apresiasi kepada sejumlah tokoh yang mampir di Bazar Durian Wonosalam itu. Selain Warsubi, Bupati Jombang Mundjidah Wahab dan Wabup Sumrambah juga singgah di bazar tersebut. Selain itu, banyak juga pembeli yang datang dari luar kota.
“Semisal dari Mojokerto, Gresik, Lamongan, dan tentunya dari Jombang sendiri. Kami berterimakasih atas dukungan semua pihak untuk kemajuan petani durian Wonosalam. “Terima kasih atas dukungan semua pihak. Semoga ini semakin memberi semangat petani dalam menanam dan merawat kebun durian,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua AKD Kabupaten Jombang Warsubi saat berada di lokasi bazar langsung berkeliling dari lapak ke lapak. Jumlahnya puluhan lapak. Jika ditotal, sekitar seratus buah durian yang dia beli. “Setiap lapak kami membeli lima butir durian. Tidak semuanya dimakan langsung, tapi kami bagikan lagi,” kata Kades Mojokrapak Kecamatan Tembelang ini.
BACA JUGA:
Durian Wonosalam Jombang Jadi Magnet Menteri Sandiaga Uno
Warsubi mengatakan bahwa cita rasa durian Wonosalam tiada bandingnya. Buah berduri ini memiliki rasa manis dan pahit. Sudah begitu dagingnya juga tebal dan pulen. Maka tidak heran, durian Wonosalam tersebut dipatok dengan harga antara Rp 50 hingga 60 ribu.
Warsubi berharap, bazar durian di lapangan Wonosalam tersebut bisa mengangkat produk-produk pertanian asli Wonosalam. Dengan begitu, kesejahteraan petani sekitar juga meningkat. “Kami sangat mengapresiasi digelarnya bazar durian ini. Karena bisa meningkatkan derajat ekonomi petani Wonosalam,” pungkas Warsubi. [suf/ted]






