Blitar (beritajatim.com) – Calon petahana Rini Syarifah atau Mak Rini kalah dalam Pemilihan Bupati (Pilbup) Blitar 2024. Dalam hitung cepat Lingkaran survei Indonesia (LSI) Denny JA, posisi Mak Rini berada di bawah Rijanto.
Mak Rini kalah telak dari Rijanto. Calon petahana tersebut hanya mendapatkan suara 21,38 persen. Sementara rivalnya yakni Rijanto unggul mutlak sebanyak 78,68 persen suara.
Isu yang berhembus di masyarakat, menyebut bahwa kekalahan Mak Rini adalah imbas kurangnya modal atau uang untuk menghadapi Pilkada 2024. Kurangnya uang yang dimiliki Mak Rini dan pasanganya Ghoni pun disinyalir menjadi penyebab berbaliknya suara rakyat sehari jelang pencoblosan.
Lantas benarkah uang menjadi faktor kekalahan Mak Rini di Pilbup Blitar 2024 ini. Pengamat sosial politik sekaligus dosen Universitas Islam Balitar (Unisba) Blitar, Muhammad Iqbal Baihaqi menilai uang bukan satu-satunya faktor kekalahan Mak Rini.
Menurut Iqbal, ada 2 faktor utama yang membuat petahana Rini Syarifah tumbang di tangan Rijanto-Beky. Kedua faktor itu adalah kejenuhan masyarakat serta mesin politik yang tak berjalan.
“Kekalahan petahana ini disebabkan oleh satu kejenuhan masyarakat akan tokoh dan figur tersebut, mesin politik yang tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya,” ungkap Iqbal, Kamis (5/12/2024).
Kejenuhan terhadap tokoh atau figur petahana menjadi penyebab utama kenapa incumbent bisa tumbang di Pilkada. Menurut Iqbal kejenuhan masyarakat terhadap figur ini merupakan dampak dari tidak adanya program yang menonjol selama petahana menjabat sebagai kepala daerah.
Hingga akhirnya masyarakat menghendaki adanya perubahan atau inovasi yang bisa membawa angin segar bagi jalannya pemerintahan dan kepentingan publik. Itu bisa dijadikan celah oleh lawan dari incumbent untuk mengambil hati rakyat.
“Selain itu kejenuhan masyarakat akan tokoh ini juga disebabkan oleh tingkah dan perilaku incumbent selama menjabat,” tegasnya.
Ketika petahana tumbang itu juga membuktikan bahwa mesin politik yang dimiliki oleh sejumlah partai pengusungnya berjalan kurang maksimal. Sehingga kemenangan yang seharusnya diraih lebih mudah oleh petahana, terasa menjadi lebih sulit bahkan bisa gagal seperti yang terjadi di incumbent Bupati Blitar.
Disinggung soal uang dan modal yang kurang, menurut Iqbal hal itu bukan lah yang paling krusial. Andaikan petahana kurang modal atau uang, maka kemungkinan kekalahannya pun tidak akan telak atau mutlak.
“Kalau suaranya bagus tidak mungkin perbandingan yang terlalu signifikan dalam proses hitung suaranya,” tutupnya. [owi/beq]







17 Komentar
Menurutku bukan itu faktor utamanya,
Menurutku faktor utamanya wakil dr p Riyanto alias H Beki itu di endorse oleh Gus iqdam yg sedang naik daun kyai muda yg banyak digandrungi masyarakat terutama anak muda, disamping kaya H Beki terkenal royal n Loman sehingga dpt mendongkrak suara 01 dg signifikan,
Disisi yg lain wakil dr Mak Rini orang dr luar daerah yg kurang dikenal oleh masyarakat sehingga tdk dpt membantu/mendongkrak suara Mak Rini jadi kesimpulannya faktor wakilnya
Menurutku bukan itu faktor utamanya,
Menurutku faktor utamanya wakil dr p Riyanto alias H Beki itu di endorse oleh Gus iqdam yg sedang naik daun kyai muda yg banyak digandrungi masyarakat terutama anak muda, disamping kaya H Beki terkenal royal n Loman sehingga dpt mendongkrak suara 01 dg signifikan,
Disisi yg lain wakil dr Mak Rini orang dr luar daerah yg kurang dikenal oleh masyarakat sehingga tdk dpt membantu/mendongkrak suara Mak Rini jadi kesimpulannya faktor wakilnya
Ya karena uang Ts dari M4k R1n1 banyak yang tidak cair alias zonk. Kalo soal politik uang, semua pasangan juga make. Jadi karena para pemilih yang sudah di data ts pasang tersebut tidak jadi mendapatkan amplop, akhirnya kecewa & memilih lawanya.😅😁
Ya karena uang Ts dari M4k R1n1 banyak yang tidak cair alias zonk. Kalo soal politik uang, semua pasangan juga make. Jadi karena para pemilih yang sudah di data ts pasang tersebut tidak jadi mendapatkan amplop, akhirnya kecewa & memilih lawanya.😅😁
Orang desa di pinggiran kurang di perhatikan dan banyak jalan yang rusak itu sebab kami ingin perubahan
sebenarnya rakyat juga tau bahwa PDIP NASDEM JUGA PARTAI YG PLG KORUP YG PLG BANYAK TP MAU GMN LAGI. ITU MMG UDAH TAKDIR RIANTO YG JD. TP KEDEPANYA KALO RIANTO GK ADA KEMAJUAN KEMUNGKINAN BESAR NASIBNYA JUGA SAMA SEPERTI SEBELUMNYA. DULU HANYA KADES YG DI JATUI UANG. SEKARANG UDAH MERATA. UDH MULAI BAGUS HINGGA MAK RINI GK MAMPU MENGEJAR ITU FAKTA
Kalahnya ya terlalu percaya sm kadernya dan tidak jdi menggandeng dukungan dr majelis gus bharu
Yg jelas data sudah falit namun tim tidak solib terlihat setiap suara no 1 di TPS enggak banyak amat jumlah swara yg masuk
Sebetulnya bukan karena uang yg kita amati karena ecaben tidak bisa membawa diri terhadap masyarakat Blitar khususnya setiap ada kegiatan kemasyarakat yg terutama keagamaan penahanan tidak pernah hadir apa lagi kegiatan untuk bersih desa nonggol saja tidak ini program tahunan
Suara rakyat dapat dibeli dgn uang…jago dgn trak record bagus dan program baik pun tanpa uang sulit terpilih. Dgn system money politics maka kapitalis lah akan jadi pemimpin jadi jgn salah mereka nanti korupsi untuk balikin modal kampanye
Nggak semuanya tentang money politik sih, memang kalah figur mak.e sama pak Riyanto plus kaji beky, dan masyarakat Blitar banyak yang bener-bener jenuh sama petahana, kurang turun ke lapangan mungkin salah satunya, turun kalau lagi ada acara itu something banget lho, disawang wong akeh soale
Klu mnurutku BKN Krena uang mlainkan Blitar ingin berubah……..
Kurangnya perhatian ke warga slama mnjabat jdi bupati…bukan smata2 krn uang.
Semoga Blitar menjadi lebih baik…terutama infrastruktur harus bener2 d genjot bila ingin 2 periode…
Ya karena uang Ts dari M4k R1n1 banyak yang tidak cair alias zonk. Kalo soal politik uang, semua pasangan juga make. Jadi karena para pemilih yang sudah di data ts pasang tersebut tidak jadi mendapatkan amplop, akhirnya kecewa & memilih lawanya.😅😁
Ya karena uang Ts dari M4k R1n1 banyak yang tidak cair alias zonk. Kalo soal politik uang, semua pasangan juga make. Jadi karena para pemilih yang sudah di data ts pasang tersebut tidak jadi mendapatkan amplop, akhirnya kecewa & memilih lawanya.😅😁
Ya karena uang Ts dari M4k R1n1 banyak yang tidak cair alias zonk. Kalo soal politik uang, semua pasangan juga make. Jadi karena para pemilih yang sudah di data ts pasang tersebut tidak jadi mendapatkan amplop, akhirnya kecewa & memilih lawanya.😅😁