Sampang (beritajatim.com) – Pelayanan Rumah Sakit Umum (RSU) Ketapang kembali menjadi sorotan. Keluarga seorang pasien mengeluhkan buruknya pelayanan di Poli Jiwa.
Meski telah datang sesuai jadwal yang diarahkan dokter, pasien tidak mendapatkan pelayanan hingga harus pulang dengan kecewa.
Berdasarkan keterangan keluarga, mereka tiba di RSU Ketapang sekitar pukul 14.00 WIB sesuai jadwal yang telah disepakati. Namun hingga pukul 17.00 WIB, dokter spesialis jiwa yang ditunggu tidak kunjung memberikan pelayanan.
Hadi Mustofa, relawan kesehatan yang saat itu mendampingi pasien, mengaku sangat kecewa atas kejadian tersebut.
Menurutnya, pasien dan keluarga telah menunggu selama tiga jam tanpa adanya kejelasan dari pihak rumah sakit.
“Kami sudah menunggu lama, tetapi dokternya tidak ada. Padahal saat itu masih dalam jam pelayanan,” ujar Hadi.
Karena tidak kunjung mendapat kepastian, keluarga akhirnya memutuskan membawa pulang pasien tanpa sempat menjalani pemeriksaan.
“Harapan untuk berobat justru berakhir dengan kekecewaan. Keluarga harus pulang tanpa mendapatkan pelayanan setelah menunggu berjam-jam,” katanya.
Keluhan tersebut kemudian menjadi perhatian publik setelah diunggah melalui akun TikTok milik relawan yang mendampingi pasien.
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPRD yang akrab disapa Bung Fafan menilai persoalan tersebut tidak bisa dianggap sepele.
Menurutnya, pelayanan kesehatan, terlebih di Poli Jiwa, seharusnya menjadi prioritas karena menyangkut hak masyarakat untuk memperoleh layanan medis.
“Ini persoalan serius. Masyarakat datang ke rumah sakit untuk berobat, bukan untuk menunggu tanpa kepastian. RS Ketapang sudah memiliki Poli Jiwa, jangan sampai justru pelayanannya yang ‘mengalami gangguan jiwa’,” sindirnya.
Bung Fafan mengaku telah menghubungi Direktur RSU Ketapang, dr. Soekarno, guna meminta penjelasan terkait tidak hadirnya dokter spesialis jiwa tersebut.
Berdasarkan hasil komunikasi, pihak direktur mengaku turut terkejut karena dokter tersebut diketahui datang ke rumah sakit, namun tidak memberikan pelayanan kepada pasien.
Selain itu, direktur juga menyampaikan bahwa pihak manajemen sebelumnya telah memanggil dokter yang bersangkutan dan memutuskan untuk tidak memperpanjang kontraknya mulai Juli mendatang dengan alasan efisiensi anggaran akibat kondisi defisit.
“Namun saya juga kaget jika ternyata kemarin dia tidak praktik. Saya masih mencoba menghubungi yang bersangkutan, tetapi hingga kini belum mendapat respons,” ujar Bung Fafan sambil menunjukkan bukti hasil konfirmasinya dengan pihak Direktur. [sar/but]






