Afrika Selatan menjadi negara Afrika pertama yang menggelar Piala Dunia pada 2010. Sebuah perhelatan yang bertabur kontroversi dan kejutan sejak babak kualifikasi zona.
Di Afrika, persaingan Aljazair dan Mesir berlangsung sangat sengit. Keduanya memiliki catatan yang sama di grup. Laga play-off di Sudan akhirnya dimenangi Aljazair melalui gol Antar Yahia yang meloloskan mereka ke Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1986.
Kontroversi juga muncul dalam play-off lain. Kosta Rika mengeluhkan keputusan wasit saat disingkirkan Uruguay. Sementara Republik Irlandia merasa dirugikan akibat handball Thierry Henry yang menjadi awal gol kemenangan Prancis.
Hampir semua orang melihat pelanggaran tersebut kecuali perangkat pertandingan. Henry sendiri mendukung usulan pertandingan ulang. Namun FIFA menolaknya.
Persoalan bisa diatasi jika FIFA mau menggunakan video untuk meninjau keputusan itu. Namun Presiden FIFA Sepp Blatter menolak penggunaan teknologi video tersebut.
Kejutan berlanjut di fase grup. Pemain Afsel Siphiwe Tshabalala membuka gol turnamen ke gawang Meksiko di Stadion Soccer City, Johannesburg. Meksiko kemudian menyamakan kedudukan melalui Rafael Marquez.
Kekalahan 0-3 dari Uruguay membuat peluang Afsel menipis. Pada pertandingan terakhir melawan Prancis, tuan rumah sempat unggul 2-0.
Prancis bermain dengan sepuluh orang setelah Yoann Gourcuff mendapat kartu merah. Prancis pulang kampung dengan kekalahan 1-2 dengan status juru kunci Grup A.
Nasib Prancis bagaikan judul lagu John Lennon, Instant Karma!, mengingat kontroversi yang meletus saat mengalahkan Irlandia di babak play-off. Kegagalan itu juga menjadi klimaks kekacauan internal yang ditandai konflik pemain dan boikot latihan.
Nasib Italia sama tragisnya dengan Prancis. Tergabung di Grup F, mereka tersingkir di fase penyisihan setelah hanya bermain imbang 1-1 masing-masing dengan Paraguay dan Selandia Baru, dan kalah 2-3 dari Slowakia.
Dengan demikian untuk pertama kalinya dalam sejarah, dua finalis Piala Dunia edisi empat tahun sebelumnya gagal lolos dari fase grup.
Sementara itu Afsel juga bernasib serupa. Kemenangan spektakuler tersebut tidak cukup untuk membuat mereka melaju. Grup A diwakili Uruguay dan Meksiko untuk bertarung di Babak 16 Besar.
Sebenarnya tim Afrika yang gagal total bukan hanya Afsel. Kamerun pulang tanpa poin, Nigeria menjadi juru kunci grupnya, Aljazair hanya meraih satu poin. Pantai Gading gagal melewati grup berat bersama Brasil dan Portugal, kendati Pantai Gading sempat mengalahkan Korea Utara. Korea Utara sendiri mengalami kekalahan telak 7-0 dari Portugal.
Di Grup C, Inggris yang dilatih mantan manajer AC Milan Fabio Capello tampil tak meyakinkan. Kesalahan kiper Rob Green membuat Amerika Serikat menyamakan kedudukan dan membuat pertandingan berakhir 1-1 dalam 1 pada pertandingan pembuka.
Green kemudian dicadangkan dan digantikan David James yang berusia 39 tahun. Namun perubahan itu belum memperbaiki penampilan Inggris. Dalam pertandingan kedua, mereka hanya bermain imbang tanpa gol melawan Aljazair.
Kemenangan tipis atas Slovenia melalui gol Jermain Defoe memastikan mereka lolos ke Babak 16 Besar dengan status runner-up grip di bawah Amerika Serikat. Posisi kedua di grup membuat Inggris harus berhadapan dengan Jerman di Babak 16 Besar.
Bagi Inggris, berhadapan dengan Jerman jelas tak sesuai harapan. Tim Panser tampil sangat meyakinkan sejak awal turnamen dengan kemenangan besar atas Australia. Kendati sempat kalah dari Serbia, mereka tetap lolos sebagai juara grup.
Saat melawan Inggris, Jerman unggul lebih dulu melalui Miroslav Klose pada menit 20 dan Lukas Podolski pada menit 32. Namun Inggris menolak menyerah dan menyamakan kedudukan melalui sundulan Matthew Upson. pada menit 38.
Inggris sebenarnya bisa menyamakan kedudukan pada menit 39 saat bola tendangan Frank Lampard memantul dari mistar dan jelas melewati garis gawang Jerman. Namun wasit Jorge Larrionda tidak mengesahkan gol tersebut.
Belakangan Sepp Blatter menyampaikan permintaan maaf kepada Inggris. Namun hasil pertandingan tetap tidak berubah. Jerman semakin mengganas pada babak kedua. Thomas Muller mencetak dua gol dalam serangan balik cepat, dan Jerman menang telak 4-1.
Di perempat final, Jerman dinanti Argentina yang diasuh Diego Maradona. Tampil ofensif di Grup B, Argentina mengalahkan Nigeria 1-0, menjebol Korea Selatan 4-1 dengan tiga gol diciptakan Gonzalo Higuain, dan menekuk Yunani 2-0. Argentina kemudian menyingkirkan Meksiko di Babak 16 besar.
Namun di babak perempat final, taring Argentina tanggal di hadapan Jerman. Melalui gol Thomas Muller, dua gol Miroslav Klose, dan gol pamungkas Arne Friedrich, Jerman menghancurkan Argentina 4-0.
Spanyol mengawali turnamen dengan kekalahan 0-1 dari Swiss. Gol Gelson Fernandes pada menit 52 adalah satu-satunya gol yang bersarang di gawang Iker Casillas sepanjang turnamen. Swiss sendiri mencatat rekor baru dengan tidak kebobolan selama lebih dari sembilan jam pertandingan Piala Dunia.
Di Babak 16 Besar, La Furia Roja mengalahkan Portugal melalui gol tunggal David Villa pada menit ke-63. Mereka memastikan tempat di semifinal setelah membekuk Paraguay 1-0, lagi-lagi melalui gol David Villa pada menit 83. Kiper Iker Casillas menjadi penyelamat dengan menggagalkan penalti Oscar Cardozo.
Kendati belum tampil sesuai harapan, pelatih Vicente del Bosque yakin pendekatan taktik yang diterapkannya merupakan cara terbaik.
Di lain pihak, Ghana membawa harapan Afrika setelah menyingkirkan Amerika Serikat melalui gol Asamoah Gyan pada perpanjangan waktu Babak 16 Besar.
Pada perempat final, tim berjuluk Black Star itu menghadapi Uruguay dalam sebuah pertandingan dramatis. Menjelang akhir perpanjangan waktu, Luis Suarez sengaja menahan sundulan Dominic Adiyiah dengan tangannya di garis gawang, sehingga membuatnya diganjar kartu merah.
Asamoah Gyan yang pada fase sebelumnya tampil sebagai pahlawan, mengubah dirinya ‘from hero to zero’. Bola eksekusi penaltinya bola membentur mistar.
Dalam adu penalti, Ghana akhirnya tersingkir setelah John Mensah dan Dominic Adiyiah gagal mencetak gol. Kesempatan Afrika untuk mencapai semifinal Piala Dunia pun kembali kandas.
Pada perempat final lainnya, Brasil sempat unggul atas Belanda. Namun dua gol Wesley Sneijder membalikkan keadaan menjadi kemenangan Belanda 2-1. Peluang Brasil semakin tertutup setelah Felipe Melo mendapat kartu merah akibat menginjak Arjen Robben.
Pertandingan semifinal menghadirkan tiga wakil Eropa dan satu wakil Amerika Latin. Spanyol berhasil menghentikan Jerman melalui sundulan Carlos Puyol dari situasi sepak pojok. Dan untuk pertama kalinya dalam sejarah, Spanyol mencapai final Piala Dunia.
Di semifinal lainnya, Belanda mengalahkan Uruguay 3-2 melalui pertandingan yang ketat. Giovanni van Bronckhorst membawa Belanda lebih dulu yang kemudian dibalas Diego Forlan. Gol Wesley Sneijder membawa Belanda kembali unggul, diikuti gol sundulan Arjen Robben.
Uruguay yang tampil tanpa Luis Suarez yang menjalani hukuman mempertipis ketertinggalan pada menit 90+2 melalui Maxi Pereira. Namun semua sudah berakhir. Belanda untuk kali ketiga melaju ke partai final Piala Dunia setelah 1974 dan 1978.
Jerman akhirnya merebut medali perunggu setelah mengalahkan Uruguay 3-2. Pertandingan perebutan tempat ketiga ini dinilai lebih sengit ketimbamg final sesungguhnya antara Spanyol melawan Belanda.
Setelah Jerman sempat unggul lebih dulu melalui Thomas Muller, Uruguay membalasnya melalui Edinson Cavani. Di babak kedua, Uruguay berbalik unggul lewat Diego Forlán pada menit 51, yang dibalas lima kemudian oleh Marcell Jansen. Gelandang Sami Khedira, memastikan kemenangan Jerman lewat sundulan pada menit ke-82.
Final Piala Dunia 2010 memastikan munculnya juara baru. Namun di luar dugaan, pertandingan berjalan keras daripada taktis. Wasit asal Inggris Howard Webb mengeluarkan rekor 14 kartu kuning dan satu kartu merah untuk pemain kedua tim.
Nigel de Jong mendapat kartu kuning saat menendang dada Xabi Alonso dengan kaki terangkat. John Heitinga akhirnya diusir keluar lapangan setelah menerima kartu kuning kedua pada babak tambahan.
Belanda memiliki peluang emas ketika Arjen Robben lolos sendirian menghadapi Iker Casillas. Namun kiper asal Real Madrir ini berhasil menggagalkan kesempatan tersebut.
Saat pertandingan tinggal menunggu waktu untuk ditentukan melalui adu penalti, Cesc Fabregas mengirim umpan kepada Andres Iniesta yang melepaskan tendangan keras, Gol kemenangan tercipta pada menit-menit akhir babak tambahan waktu dan memastikan Spanyol menang 1-0 sekaligus meraih gelar Piala Dunia pertama dalam sejarah mereka.
Spanyol akhirnya menyamai Brasil yang bisa menjadi juara dunia di luar benuanya. Penguasaan bola yang menjadi ciri khas permainan Spanyol terbukti bukan hanya efektif untuk menyerang, namun juga untuk mengendalikan pertandingan dan membatasi peluang lawan. [wir/ted]






