Lamongan (beritajatim.com) – Persela Lamongan harus puas berbagi poin dengan PSIS Semarang setelah pertandingan yang berakhir imbang 1-1 pada pekan kedelapan Championship 2025/2026, Jumat (31/10/2025) di Stadion Surajaya. Laga yang dipenuhi ketegangan ini meninggalkan kesan yang kurang memuaskan bagi tuan rumah.
Sejak menit awal, Persela terlihat mendominasi penguasaan bola. Namun, meski menguasai permainan, serangan mereka tak mampu menghasilkan peluang berbahaya. PSIS, yang lebih banyak bermain bertahan, justru berhasil unggul terlebih dahulu. Gol pertama tercipta pada menit 44 berkat aksi Krisna Sulistia Budianto yang memanfaatkan serangan balik cepat.
Memasuki babak kedua, Pelatih Persela, Ragil, melakukan perubahan dengan memasukkan Osvaldo Haay dan Muhammad Sadewa. Perubahan ini membawa hasil positif bagi Laskar Joko Tingkir. Pada menit 58, Beto Goncalves berhasil menyamakan kedudukan dengan sepakan terarah setelah menerima umpan matang dari sisi kanan.
Namun, meskipun Persela terus menekan untuk membalikkan kedudukan, tensi laga semakin memanas. PSIS harus kehilangan satu pemain setelah Sergio Nascimento diganjar kartu merah pada menit ke-63 akibat sikutan keras.
Keunggulan jumlah pemain itu tak bertahan lama, karena Persela juga kehilangan Muhammad Sadewa yang harus meninggalkan lapangan pada menit ke-73 setelah mendapatkan kartu merah.
Setelah itu, tidak ada lagi gol tercipta hingga peluit panjang dibunyikan, dengan skor tetap 1-1. Di akhir laga, Ragil mengungkapkan kekecewaannya atas hasil imbang tersebut.
“Hasil tadi memang kurang memuaskan, ya. Padahal dari awal saya sudah tekankan supaya pemain langsung menekan dan jangan meremehkan lawan. Tapi terlihat di babak pertama anak-anak agak lambat dan terbawa tempo permainan PSIS yang lebih bertahan,” katanya.
Ragil juga menyoroti transisi permainan tim yang lambat dan kurang efektifnya serangan. “Terlihat pemain terlalu terburu-buru di depan gawang. Di babak kedua baru ada perubahan, pressing lebih hidup dan pemain mulai berani duel satu lawan satu. Itu yang akhirnya bisa membuat kita samakan kedudukan,” ujarnya.

Kiper Persela, Mariyo Fabiyo Londok, juga menyampaikan permohonan maaf kepada suporter dan masyarakat Lamongan atas hasil yang kurang memuaskan. “Kami minta maaf belum bisa menang di kandang sendiri. Harusnya tiga poin bisa kami amankan, tapi malah kebobolan duluan. Kami akan evaluasi lagi agar bisa tampil lebih baik di laga berikutnya,” tuturnya.
Pelatih PSIS Semarang, Ega Raka Galih, merasa puas dengan performa timnya yang berhasil mencuri poin di kandang Persela. “Alhamdulillah, kami bersyukur bisa dapat poin. Pemain tampil disiplin sesuai strategi yang sudah kami rancang. Kami tahu Persela tim kuat, jadi kami fokus bertahan dan memanfaatkan momentum serangan balik. Itu yang berhasil di babak pertama,” kata Ega.
Hasil ini menempatkan Persela di urutan keempat klasemen sementara Grup 2 Championship 2025/2026 dengan koleksi 14 poin. Sementara PSIS masih tertahan di posisi juru kunci dengan hanya mengemas 2 poin. [fak/suf]






