Lamongan (beritajatim.com) – Persela Lamongan akan menjamu PSIS Semarang dalam lanjutan Pegadaian Championship 2025/2026, di Stadion Surajaya, Jumat (31/1/2025).
Laga yang akan dimulai pukul 15.30 WIB ini mempertemukan dua tim dengan tren performa yang berlawanan. Tuan rumah Persela sedang dalam kepercayaan diri tinggi, setelah meraih tiga kemenangan beruntun.
Sebaliknya, PSIS Semarang berada dalam catatan minor, dan kini berusaha bangkit usai mencatat dua kekalahan dan satu hasil imbang dalam tiga laga terakhir.
Pelatih karteker Persela, Ragil Sudirman, mengungkapkan optimismenya jelang pertandingan. Ia menilai anak asuhnya berada dalam kondisi prima dan siap melanjutkan tren positif di kandang sendiri.
“Semua pemain saya lihat persiapannya bagus sekali, kondisinya juga baik, suasana latihan pun positif. Ini yang kami harapkan menjelang pertandingan besok lawan PSIS. Semoga kita bisa mendapatkan hasil terbaik,” ujar Ragil, dalam sesi konferensi pers sebelum pertandingan, Kamis (30/10/2025).
Meski demikian, Ragil mengakui timnya harus melakukan rotasi, karena dua pilar Persela, Esteban Viscara dan Rafiud Drajat, harus absen akibat sanksi larangan bermain.
“Dari latihan terakhir, ada beberapa perubahan yang mungkin akan kita lakukan. Kita lihat siapa yang paling siap untuk turun nanti,” ujarnya.
Ragil juga mewanti-wanti anak asuhnya agar tidak meremehkan tim lawan, mengingat PSIS membawa motivasi tinggi untuk bangkit dan tetap memiliki potensi besar untuk memberikan kejutan.
“Kami tidak boleh lengah. Setiap pertandingan itu berbeda, dan PSIS pasti datang dengan motivasi tinggi. Yang penting kami fokus pada permainan sendiri dan kerja keras di lapangan,” jelasnya.
Sementara itu, dari kubu lawan, pelatih karteker PSIS Semarang, Ega Raka Galih, menegaskan bahwa timnya tetap optimistis bisa mencuri poin di Lamongan, meski harus menjalani laga tandang lebih awal akibat perubahan jadwal.
“Dari jadwal awal seharusnya kami menjamu Persela dulu, tapi ada perubahan sehingga kami harus away. Sebagai tim, kami harus siap dengan situasi apapun. Kami juga punya cukup waktu untuk recovery, dua kali latihan cukup untuk mematangkan taktik. Insyaallah hal itu tidak akan berpengaruh pada performa kami besok,” kata Ega. (fak/ted)






