Surabaya (beritajatim.com) — Lamine Yamal menjadi salah satu pemain yang banyak menyita perhatian sepanjang gelaran Piala Dunia 2026. Meski usianya masih sangat muda, penampilannya bersama Timnas Spanyol menunjukkan kedewasaan bermain yang luar biasa.
Kecepatan, kemampuan menggiring bola, visi permainan, hingga akurasi kaki kirinya membuat Yamal disebut-sebut sebagai salah satu pesepak bola paling menjanjikan di generasinya.
Tak hanya tampil memukau di level internasional, Yamal juga menjadi andalan Barcelona di kompetisi domestik maupun Eropa. Berkat performa impresifnya, namanya kini sejajar dengan deretan pemain elite dunia dan digadang-gadang menjadi penerus era kejayaan sepak bola Spanyol.
Profil Lamine Yamal
Lamine Yamal memiliki nama lengkap Lamine Yamal Nasraoui Ebana. Ia lahir di Esplugues de Llobregat, Spanyol, pada 13 Juli 2007. Pemain muda berbakat ini berkewarganegaraan Spanyol dan berposisi sebagai penyerang sayap kanan. Saat ini, Yamal memperkuat klub raksasa La Liga, Barcelona, sekaligus menjadi andalan Tim Nasional Spanyol.
Ia lahir dari keluarga multikultural; ayahnya, Mounir Nasraoui, berasal dari Maroko, sementara ibunya, Sheila Ebana, memiliki keturunan Guinea Ekuatorial.
Latar belakang keluarganya yang multikultural menjadikan Yamal memiliki identitas yang beragam. Meski memiliki kesempatan membela negara lain, ia memilih memperkuat Timnas Spanyol sejak level usia muda hingga akhirnya menembus tim senior.
Perjalanan karier Lamine Yamal dimulai ketika bergabung dengan akademi legendaris La Masia milik Barcelona pada 2014. Saat itu usianya baru enam tahun. Sejak awal, bakatnya sudah terlihat menonjol sehingga ia beberapa kali dimainkan bersama kelompok usia yang lebih tua.
Di akademi tersebut, Yamal berkembang menjadi pemain dengan teknik tinggi, kreativitas luar biasa, serta kemampuan membaca permainan yang matang. Ia dikenal memiliki kontrol bola yang baik, mampu melewati lawan dalam situasi satu lawan satu, dan piawai menciptakan peluang bagi rekan-rekannya.
Bakat besar Yamal akhirnya membawanya menjalani debut bersama tim utama Barcelona pada April 2023 di bawah asuhan pelatih Xavi Hernandez. Saat itu usianya baru 15 tahun sehingga ia tercatat sebagai salah satu pemain termuda yang pernah tampil bersama tim senior Barcelona.
Sejak menjalani debut tersebut, perkembangan kariernya berlangsung sangat cepat. Ia berhasil merebut tempat di skuad utama dan menjadi pilihan reguler di sektor sayap kanan. Kontribusinya tidak hanya berupa gol, tetapi juga assist, kreasi peluang, dan kemampuan membuka ruang bagi tim.
Gaya bermainnya yang eksplosif membuat banyak pengamat membandingkannya dengan sejumlah legenda Barcelona. Meski demikian, Yamal terus membangun identitas permainannya sendiri melalui kerja keras dan konsistensi.
Bersinar Bersama Timnas Spanyol
Lamine Yamal menjalani debut bersama Timnas Spanyol senior pada September 2023. Kehadirannya langsung memberikan warna baru bagi lini serang La Roja.
Namanya semakin melambung setelah menjadi bagian penting keberhasilan Spanyol menjuarai UEFA Euro 2024. Penampilan impresif sepanjang turnamen membuatnya dinobatkan sebagai Pemain Muda Terbaik, sebuah penghargaan yang menegaskan statusnya sebagai salah satu talenta terbaik dunia.
Pada Piala Dunia 2026, Yamal kembali menjadi pemain kunci bagi Spanyol. Performa konsistennya di berbagai pertandingan membuat namanya menjadi sorotan media internasional dan mendapat pujian dari banyak legenda sepak bola.
Di luar lapangan, Lamine Yamal dikenal sebagai pribadi yang rendah hati. Sebagai seorang Muslim, ia tetap menjalankan keyakinannya di tengah padatnya aktivitas sebagai pesepak bola profesional.
Dalam beberapa kesempatan, Yamal terlihat melakukan sujud syukur setelah mencetak gol serta berdoa sebelum maupun sesudah pertandingan. Selain itu, ia juga dikenal dengan sosok yang peduli terhadap Isu Kemanusiaan. Salah satunya adalah perhatian yang ia tunjukkan terhadap krisis kemanusiaan di Palestina. (fyi/kun)






