Lamongan (beritajatim.com) – Persela Lamongan kembali bersua PSIS Semarang pada laga perdana putaran ketiga Championship, hanya berselang satu pertandingan dari duel kedua tim di putaran kedua.
Laga yang akan berlangsung di markas PSIS, Stadion Jatidiri, Minggu (15/2/2026) mulai pukul 15.30 WIB itu, menjadi kesempatan terakhir bagi Persela untuk memperbaiki rekor pertemuan dengan Laskar Mahesa Jenar.
Sebab, dalam dua pertemuan di musim ini, Persela belum mampu menundukkan PSIS. Pertemuan pertama di kandang sendiri, Stadion Surajaya, Laskar Joko Tingkir dipaksa berbagi angka oleh PSIS.
Sementara di putaran kedua yang berlangsung di markas PSIS, Persela yang unggul jumlah pemain justru menyerah satu gol tanpa balas melalui gol semata wayang Otavio Dutra.
Meski dibayang-bayangi hasil minor, Persela datang kembali ke Semarang dengan tekad baru dan persiapan yang lebih matang.
Pelatih Persela, Bima Sakti, menegaskan kekalahan pada pertemuan sebelumnya menjadi bahan evaluasi meraih hasil lebih baik dalam laga besok. Persela juga dipastikan bisa turun dengan kekuatan penuh.
“Pemain sudah mempersiapkan selama di putaran kedua kemarin selesai, kita punya waktu untuk prepare dan kita juga sudah mengevaluasi hasil pertandingan kita terakhir di putaran kedua dan hasil pertandingan kemarin waktu lawan PSIS di pertandingan sebelumnya,” kata Bima Sakti, dalam sesi konferensi pers.
Selain fokus pada persiapan timnya, Bima juga menaruh perhatian pada perubahan di kubu lawan. PSIS kini diperkuat pelatih anyar dan Alfredo Vera di posisi direktur teknik, yang memiliki pengalaman panjang di kompetisi sepak bola Indonesia.
“Kami respect dengan PSIS. Mereka tim bagus, walaupun sedang berjuang di papan bawah. Dengan pelatih baru dan adanya Alfredo Vera, tentu ini jadi perhatian bagi kami. Artinya, kami harus mempersiapkan tim dengan lebih baik lagi,” tambahnya.
Di sisi lain, tuan rumah juga menunjukkan optimisme tinggi. Pelatih PSIS, Andri Ramawi, memastikan kondisi timnya dalam keadaan siap tempur setelah menjalani pemusatan latihan di Yogyakarta dan dua kali uji coba.
“Kondisi tim sangat baik sampai hari ini. Kami sudah melakukan rangkaian persiapan, termasuk TC di Jogja dan uji coba untuk menganalisis kerangka tim. Anak-anak sangat siap untuk pertandingan besok,” kata Andri.
Andri mengakui putaran ketiga menjadi fase krusial bagi PSIS. Target utama mereka adalah memperbaiki hasil dan bertahan di Championship tanpa harus melalui playoff. “Tidak mudah, tapi kami yakin bisa mendapatkan hasil lebih positif di putaran ketiga ini. Target utama tentu bertahan tanpa playoff,” tegasnya. (fak/kun)






