Pasuruan (beritajatim.com) – Permintaan hewan kurban di Kabupaten Pasuruan mengalami peningkatan. Bahkan naik signifikan dibandingkan dengan 2023.
Data menunjukkan permintaan sapi untuk kurban tahun ini mencapai 2.902 ekor, kambong 6.981 ekor, dan domba 3.921 ekor. Sedangkan tahun lalu, permintaan hewan kurban sapi sebanyak 2.495 ekor, kambing 6.508 ekor, dan domba 1.982 ekor.
Kepala Dinas Kesehatan Dan Peternakan Hewan, Ainur Alfia mengatakan, ketersediaan hewan kurban di Kabupaten Pasuruan sangat mencukupi. Bahkan pasokan hewan kurban ini masih terlampau banyak.
“Meski permintaannya meningkat dari tahun kemarin, namun stok hewan kurban juga tersedia banyak. Untuk stok hewan sapi ada 14.858 ekor, kambing 17.342 ekor, dan domba 27.455 ekor,” jelas Fia sapaannya, Kamis (6/6/2024).
Fia juga menjelaskan bahwa pihaknya juga akan melakukan langkah-langkah kewaspadaan dan pengendalian penyakit hewan menular. Hal ini beracuan dari surat Kementerian Pertanian yang telah diterima sebelumnya.
Terdapat delapan poin yang tertuang dalam surat edaran tersebut, di antaranya yakni terkait pelarangan jual dan beli ternak rentan PMK. Tak hanya itu produk dari wilayah yang sedang ada kasus PMK dilarang memasuki wilayah yang bebas penyakit menular.
“Kami juga akan melakukan penanganan terhadap hewan yang terindikasi sakit dengan tindakan pengobatan dan penerapan biosekuriti yang ketat. Vaksinasi ternak rentan PMK dan LSD juga kami genjot sesuai juknis dan SOP program vaksinasi,” tambahnya.
Fia juga menjelaskan bahwa pihaknya juga akan melakukan pengawasan lalu lintas hewan ternak yang rentan PMK. Bahkan dirinya juga akan menerapkan biosecurity dan melakukan sosialisasi kepada peternak untuk pembersihan kandang dengan menggunakan vaksinasi.
Dengan dilakukan pencegahan ini Fia berharap bisa menekan masuknya penyakit menular PMK dan LSD masuk ke Kabupaten Pasuruan. Dikarenakan pada tahun 2023 lalu, kedua kasus menular tersebut sudah dinyatakan hilang di Kabupaten Pasuruan. [ada/beq]






