Lamongan (beritajatim.com) – Universitas Islam Darul Ulum (Unisda) Lamongan terus mememberikan motivasi dan wawasan luas kepada mahasiswa, dosen, serta sivitas akademika lainnya. Salah satunya dengan menggelar Orasi Ilmiah dalam rangka Dies Natalis ke-38.
Acara yang berlangsung di Gedung Sasana Budaya dan Olahraga (Sabudga) Unisda tersebut menghadirkan dua narasumber terkemuka dan kompeten di bidangnya.
Pertama adalah Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), Dr. Muhammad Mufti Mubarok. Kemudian Ketua Ombudsman Republik Indonesia, Mokhammad Najih.
Dalam pemaparannya, Mufti menyampaikan bahwa untuk mewujudkan kesejahteraan konsumen, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha dan masyarakat, termasuk perguruan tinggi.
“BPKN hadir sebagai garda terdepan dalam memastikan hak-hak konsumen terpenuhi. Mahasiswa sebagai agen perubahan memiliki peran besar dalam menciptakan masyarakat yang cerdas dalam hak dan kewajibannya sebagai konsumen,” tuturnya, Jumat (29/11/2024).
Sementara Najih, menggarisbawahi pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan Ombudsman RI. Menurutnya, pelayanan publik yang berkualitas hanya dapat terwujud melalui pengawasan yang efektif dan kontribusi aktif masyarakat, termasuk perguruan tinggi.
“Kami berharap mahasiswa Unisda dapat menjadi duta pelayanan publik yang berintegritas, membantu mengidentifikasi permasalahan, dan menciptakan solusi bersama demi kebaikan bangsa,” ujarnya.
Tidak hanya itu, Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) RI, Muhammad Yusuf Ateh, turut hadir dan memberikan orasi ilmiah yang menambah bobot intelektual acara tersebut.
Rektor Unisda, Muhammad Hafidh Nashrullah, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas capaian Unisda selama 38 tahun terakhir. Menurutnya, dies natalis sebagai momentum untuk merefleksikan perjalanan institusi sekaligus menatap masa depan yang lebih gemilang.
“Kegiatan ini tidak hanya menjadi perayaan usia, tetapi juga upaya untuk memperkokoh komitmen Unisda dalam melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik tetapi juga peduli terhadap persoalan sosial dan mampu bersinergi dengan berbagai pihak,” ujarnya.
Hafidh juga berharap agar wawasan yang diberikan oleh para narasumber dapat menginspirasi mahasiswa untuk terus berkontribusi dalam pembangunan bangsa.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Senat Unisda, Afif Hasbullah, mengatakam kegiatan orasi ilmiah yang menghadirkan narasumber berkompeten tersebut adalah wujud nyata peran Unisda dalam membangun jembatan antara dunia akademik dan praktik profesional.
“Semoga kegiatan ini dapat memperkuat eksistensi Unisda sebagai institusi pendidikan yang progresif,” kata Afif.
Orasi ilmiah ini diharapkan mampu membuka cakrawala baru terkait kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung peran strategis lembaga negara, baik dalam perlindungan konsumen maupun peningkatan pelayanan publik.
“Dies Natalis Unisda ke-38 ini tidak hanya menjadi momen refleksi perjalanan universitas tetapi juga penguatan sinergi antara akademisi dan praktisi dalam upaya menciptakan generasi yang berwawasan luas dan berdaya saing tinggi,” ucapnya. [fak/aje]






