Peristiwa

Usai Maraton Hajatan, Diduga Puluhan Warga Banjarejo Magetan Alami Keracunan Massal

Korban dugaan keracunan massal saat dirawat di Puskesmas Panekan, Selasa (8/6/2021).(Foto/Ade Mas Satrio).

Magetan (beritajatim.com) – Puluhan warga Desa Banjarejo, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan diduga mengalami keracunan makanan usai hadiri maraton hajatan.

Mereka keracunan usai acara aqiqah pada hari Selasa (1/6/2021) yang dihadiri oleh dua RT lingkungan setempat. Lalu, pada hari Kamis (3/6/2021) warga kembali mengadakan hajatan berbeda yaitu selamatan 40 hari dan tujuh bulanan.

“Tercatat ada 44 orang yang diduga keracunan massal tersebut,” kata Kepala Puskesmas Panekan Dokter Rochmat Santoso kepada beritajatim.com, Selasa (8/6/2021).

Dia menambahkan, pasca hajatan itu puluhan warga alami gejala keracunan seperti pusing, mual, muntah dan diare. Ada beberapa yang berobat ke bidan praktek mandiri, dokter praktek dan 8 orang rawat inap di puskesmas Panekan. Total ada 12 orang alami keracunan parah selebihnya alami gejala ringan.

“Ada yang sampai rawat inap sebanyak 8 orang, 6 warga sudah pulang. Kemungkinan yang masih dirawat besok bisa pulang, karena sudah membaik,” jelasnya.

Saat ini pihaknya sudah menelusurinya dan mencari sampel makanan yang mereka konsumsi, namun karena hajatan sudah 6 hari lalu sulit menemukan sampel makanan tersebut. “Kita tidak menemukan sampel, karena sudah hampir seminggu. Jadi belum bisa menemukan penyebab keracunan ini,” ujarnya.

Dia menuturkan, pada hajatan tersebut menyajikan hidangan yang berbeda-beda. Pada aqiqah dengan menu sate gule, dan hari berikutnya ada soto dan rujak crobo. “Banyak menu dan waktu yang berbeda, apalagi tidak ada sampel makanan, jadi masih kita telusuri untuk penyebabnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolsek Panekan AKP Suwardi mengatakan, pihaknya mengetahui peristiwa dugaan keracunan makanan tersebut dari warga. Dan saat ini tidak ada laporan resmi kepada pihak kepolisian.

“Dugaan keracunan massal ini tidak ada yang melaporkan kepada kami, kami mengetahui justru dari warga. Namun kita akan tetap mencari bukti dan fakta di lapangan, agar dugaan keracunan dari sumber makanan yang mana jelas,” tandasnya.(asg/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar