Lamongan (beritajatim.com) – Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Lamongan memfasilitasi keoada perwakilan keluarga awak Kapal Motor Nelayan (KMN) Entok dan Ketua Rukun Nelayan Blimbing, dalam operasi pencarian.
Saat ini, proses pencarian KMN Entok sudah memasuki hari ke-40, sejak hilang kontak saat melakukan aktivitas penangkapan ikan.
“Kasat Polairud Polres Lamongan terus menginisiasi dan mengoordinasikan operasi pencarian bersama terhadap KMN Entok. Dengan melibatkan seluruh unsur terkait, termasuk perwakilan keluarga korban,” kata Kasi Humas Polres Lamongan, Ioda Muhammad Hamzaid, Selasa (14/7/2026).
Operasi pencarian KMN Entok dilakukan bersama tim gabungan dari berbagai unsur, termasuk KN SAR 249 Permadi, Kapal Negara SAR cepat milik Basarnas Kantor SAR Kelas A Surabaya, yang dilengkapi navigasi canggih, panjang 40 meter, dan kecepatan jelajah hingga 30 knot beserta personel SAR Lamongan.
Selain itu, turut bergabung 2 ABK Kapal Baharkam Mabes Polri, 2 personel SAR Ditpolairud Polda Jawa Timur, perwakilan keluarga KMN Entok, serta Ketua Rukun Nelayan Blimbing, Lamongan.

“Keterlibatan keluarga dalam pencarian ini merupakan bentuk transparansi dan komitmen bersama, agar seluruh proses pencarian dapat berjalan secara terbuka serta memberikan keyakinan kepada keluarga korban,” tuturnya.
Hamzaid menambahkan, Polres Lamongan melalui Satpolairud terus bersinergi dengan Basarnas, Ditpolairud Polda Jatim, Baharkam Polri, serta seluruh unsur terkait untuk memaksimalkan upaya pencarian.
“Diharapkan proses pencarian dapat berjalan maksimal, terutama di wilayah yang diduga menjadi titik terakhir keberadaan kapal. Kami berharap seluruh upaya ini dapat segera membuahkan hasil,” pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Sebuah Kapal Motor Nelayan (KMN) Entok yang membawa 20 orang, terdiri atas seorang nakhoda dan 19 anak buah kapal (ABK) tersebut, dilaporkan hilang kontak, setelah berlayar menuju Perairan Kangean, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.
Laporan hilangnya kontak kapal diterima Satpolairud Polres Lamongan dari Ketua Rukun Nelayan Desa Blimbing, Nurwakit, bersama pemilik KMN Entok, Andik, pada Rabu (1/7/2026) sekitar pukul 14.30 WIB.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Satpolairud Polres Lamongan, Basarnas serta berbagai instansi kemaritiman bergerak untuk melakukan pencarian. Namun ningga saat ini belum membuahkan hasil.
Satpolairud Polres Lamongan juga menginisiasi pembentukan Posko Terpadu, sebagai pusat koordinasi pencarian dan informasi bagi keluarga awak kapal. (fak/but)






