Ringkasan Berita
- Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meninjau pelaksanaan MPLS dan open house di Sekolah Rakyat Terintegrasi I Kabupaten Kediri di Kecamatan Plosoklaten.
- Mas Dhito menegaskan Program Sekolah Rakyat menjadi solusi memutus mata rantai kemiskinan dengan membuka akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem.
- Tahun ajaran 2026/2027, Sekolah Rakyat Terintegrasi I Kabupaten Kediri menampung 248 siswa baru jenjang SD, SMP, dan SMA, ditambah 99 siswa angkatan pertama kelas XI SMA.
- Pemerintah Kabupaten Kediri memastikan dukungan penuh terhadap program tersebut, mulai dari penyediaan lahan hingga tenaga pendidik untuk menjamin keberhasilan Sekolah Rakyat.
Kediri (beritajatim.com) – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana memastikan Pemerintah Kabupaten Kediri akan mengawal penuh keberhasilan Program Sekolah Rakyat sebagai upaya membuka akses pendidikan sekaligus memutus mata rantai kemiskinan.
Komitmen tersebut disampaikan saat meninjau pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sekaligus menghadiri kegiatan open house di Sekolah Rakyat Terintegrasi I Kabupaten Kediri yang menempati gedung baru di Kecamatan Plosoklaten, Selasa (14/7/2026).
Dalam kunjungan itu, Mas Dhito turut berdialog dengan para siswa, orang tua, jajaran Forkopimda, Tim Penggerak PKK Kabupaten Kediri, serta perwakilan Kementerian Sosial.
Pendidikan Jadi Jalan Memutus Kemiskinan
Mas Dhito menjelaskan, Program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto menjadi solusi agar anak-anak dari keluarga miskin ekstrem tetap memperoleh hak pendidikan dan tidak mengalami putus sekolah.
“Bagaimanapun pendidikan merupakan cara untuk memutus mata rantai kemiskinan,” kata Mas Dhito.
Melalui program tersebut, para siswa memperoleh layanan pendidikan formal lengkap dengan fasilitas asrama tanpa dipungut biaya.
Model pendidikan serupa juga telah dijalankan Pemerintah Kabupaten Kediri melalui SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School.
Tampung 248 Siswa Baru
Pada Tahun Ajaran 2026/2027, Sekolah Rakyat Terintegrasi I Kabupaten Kediri tidak hanya menerima peserta didik tingkat SMA, tetapi juga jenjang SD dan SMP.
Jumlah siswa baru yang diterima mencapai 248 orang, dengan rincian:
SD: 23 siswa
SMP: 107 siswa
SMA: 118 siswa
Seluruh peserta didik berasal dari keluarga kategori miskin ekstrem melalui proses penjangkauan dan verifikasi.
Pemkab Kediri Kawal Hingga Berhasil
Mas Dhito menegaskan Pemerintah Kabupaten Kediri tidak hanya mendukung pelaksanaan program, tetapi juga memastikan keberhasilannya melalui pendampingan secara menyeluruh.
“Sekolah Rakyat ini akan kita kawal penuh, hari ini kita full team untuk memastikan bahwa program ini tidak hanya sekadar berjalan, tapi program ini adalah program yang berhasil,” ungkapnya.
Menurutnya, ukuran keberhasilan bukan hanya terselenggaranya kegiatan belajar mengajar, melainkan kemampuan sekolah mengantarkan anak-anak melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi hingga perguruan tinggi.
Harapannya, para lulusan Sekolah Rakyat kelak mampu meningkatkan taraf hidup keluarga.
“Pemerintah Kabupaten Kediri dan Pemerintah Pusat akan berkolaborasi untuk memberikan yang terbaik bagi anak-anak tersebut,” tegas Mas Dhito.
Didukung Lahan dan Tenaga Guru
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi I Kabupaten Kediri, Fadeli, menjelaskan saat ini sekolah juga memiliki 99 siswa angkatan pertama yang telah duduk di kelas XI SMA.
Ia menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Kediri dalam pengembangan sekolah tersebut.
Selain menyediakan lahan pembangunan sekolah, pemerintah daerah juga membantu pemenuhan tenaga pendidik melalui Dinas Pendidikan.
“Terima kasih Mas Bup (Mas Dhito), kami telah disuport enam guru kelas SD, kemudian satu guru PJOK dan 13 guru SMP,” ujar Fadeli.
Dengan dukungan pemerintah pusat dan daerah, Sekolah Rakyat Terintegrasi I Kabupaten Kediri diharapkan menjadi model pendidikan inklusif yang mampu memperluas akses pendidikan bagi keluarga miskin ekstrem sekaligus mencetak generasi yang lebih mandiri dan berdaya saing. [ADV PKP/nm]






