Banyuwangi (beritajatim.com) – RSUD Blambangan mengungkap kondisi medis pasien obesitas berinisial ADS (35), warga Kelurahan Lateng, Kecamatan Banyuwangi, yang meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif. Pasien dengan bobot tubuh sekitar 200 kilogram itu diketahui mengalami peradangan pada testis dan saluran di belakang testis.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Blambangan, dr. Siti Asiyah Anggraini, mengatakan ADS masuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) pada Sabtu (11/7/2026) menjelang petang. Setelah mendapat penanganan intensif selama dua hari, pasien dinyatakan meninggal dunia pada Senin (13/7/2026) sekitar pukul 03.20 WIB.
Pasien dievakuasi ke rumah sakit dengan bantuan petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) serta Basarnas Banyuwangi. Kondisi obesitas yang dialaminya membuat proses evakuasi dari rumah menuju rumah sakit harus dilakukan secara khusus.
“Pasien masuk ke IGD dengan keluhan nyeri pada testis yang sudah berlangsung selama 10 hari,” kata Asiyah, Selasa (14/7/2026).
Menurut Asiyah, saat tiba di rumah sakit kondisi testis pasien sudah mengalami pembengkakan. Tim medis kemudian melakukan pemeriksaan laboratorium dan memberikan penanganan awal.
Selanjutnya, dokter penanggung jawab bersama dokter spesialis urologi memberikan terapi obat-obatan melalui infus. Pada hari kedua perawatan, tim medis juga telah merencanakan pemeriksaan ultrasonografi (USG) untuk mengetahui kondisi lebih lanjut. Namun, pemeriksaan tersebut belum sempat dilakukan karena kondisi pasien memburuk.
Kesadaran ADS mulai menurun pada Minggu (12/7/2026) tengah malam hingga akhirnya meninggal dunia pada dini hari berikutnya.
“Diagnosis pasien adalah peradangan yang menyerang testis dan saluran belakang testis secara bersamaan,” jelas Asiyah.
Usai dinyatakan meninggal dunia, proses evakuasi jenazah kembali melibatkan petugas Damkarmat dan Basarnas Banyuwangi. Sekitar sepuluh petugas mengangkat jenazah dari ranjang di depan ruang jenazah menuju peti yang telah disiapkan di atas bak mobil pikap.
“Setelah terangkat, jenazah kemudian dibawa ke rumah duka untuk selanjutnya dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) di Kelurahan Lateng,” pungkas Asiyah. [arl/but]






