Bojonegoro (beritajatim.com) – Jembatan Kaliketek yang membentang di atas Sungai Bengawan Solo turut Kelurahan Banjarejo Kecamatan Bojonegoro diperkirakan sudah lama mengalami keretakan bagian plengsengan. Namun kondisinya sekarang semakin parah.
Salah seorang warga RT 23 RW 03 Kelurahan Banjarejo Kecamatan Bojonegoro, Jono mengatakan, retaknya plengsengan jembatan Kaliketek itu sudah lama terjadi. Selain retak, tanah yang berada di bawah jembatan juga terlihat ambles.
“Bisa dilihat jalan di samping jembatan itu, sebelumnya landai. Tapi sekarang menurun tajam,” ujarnya, Senin (11/09/2023).
Tanah ambles di bawah jembatan itu menurutnya, diduga karena pengaruh tepi sungai yang mengalami kelongsoran. Tebing bawah sungai yang berada di Kelurahan Banjarejo itu sudah lama longsor. Tepi sungai yang longsor membuat tanah di bawah plengsengan jembatan ikut tertarik dan ambles.
“Bukan karena terseret air, tapi diduga karena tertarik longsor di tepi sungai,” terang warga berusia sekitar 40 tahun itu.
Baca Juga: Jembatan Kaliketek Bersejarah di Bojonegoro Mulai Retak
Plengsengan Jembatan Kaliketek yang retak itu selebar kurang lebih 10 sampai 20 centimeter. Sedangkan bagian atas, penyambung antara jembatan dengan jalan raya itu renggang hingga 3 sampai 5 centimeter.
Retakan itu juga sudah dilakukan pengecekan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Bojonegoro. Hasil pengecekan tersebut nantinya akan direkomendasikan ke Dinas PU Provinsi Jatim. Sehingga diharapkan bisa segera dilakukan penanganan pada jembatan jalur provinsi tersebut.
“Hasil pengecekan lokasi akan kami laporkan kepada Dinas PU Provinsi Jatim agar segera dilakukan analisa teknis kekuatan jembatan-jembatan sesuai kewenangan yang dimiliki,” ujar Kepala Dishub Bojonegoro, Andik Sudjarwo. [lus/ted]






