Blitar (beritajatim.com) – Belum banyak yang tahu jika peringatan Hari Lahir Pancasila ternyata berasal dari Kota Blitar. Salah satu penggagas upacara peringatan Hari Lahir Pancasila adalah Ketua DPP PDIP, Djarot Saiful Hidayat.
Djarot yang ikut hadir dalam peringatan Hari Lahir Pancasila di Kota Blitar pun mengenang kembali bagaimana dirinya dan para sejarawan dulu, berusaha mewujudkan tanggal 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila.
Tepatnya pada 2000 lalu, kala itu Djarot yang menjabat sebagai Wali Kota Blitar berupaya menjadikan tanggal 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila. Pada tahun itu, pemerintah pusat menjadikan tanggal 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila.
“Ini kita mulai sejak tahun 2000 ketika saya menjadi wali kota Blitar periode pertama, bekerja sama dengan para budayawan dan Dewan Kesenian Kota Blitar. Kita menggagas untuk membuat upacara Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni,” kenang Djarot, usai mengikuti upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Alun-alun Kota Blitar, Sabtu (1/6/2024).
Djarot pun bersyukur karena saat ini setiap 1 Juni telah ditetapkan sebagai Hari Lahir Pancasila seperti apa yang ia usulkan dulu. Diketahui pada tahun 2000 an, belum ada peringatan Hari Lahir Pancasila dari pemerintah pusat.
Namun kala itu di Kota Blitar sudah dilakukan upacara peringatan Hari Lahir Pancasila setiap 1 Juni. Alasan utamanya yakni ingin menekan nilai-nilai Pancasila untuk masyarakat Blitar.
“Kita bangga juga, karena sekarang, 1 Juni sudah diakui sebagai Hari Lahir Pancasila, hari libur nasional dan melakukan upacara di semua institusi. Jadi inilah sebenarnya spirit dari orang Blitar, spirit dari nasionalismenya Bung Karno. Orang-orang sini (Kota Blitar) itu kan Nasionalis-Soekarnois. Ya inilah bumi Bung Karno,”
Pada peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini, Djarot tidak hanya menyaksikan rangkaian acara, tetapi juga merasakan kembali semangat dan kebersamaan yang selalu menjadi ciri khas masyarakat Kota Blitar. Di tengah-tengah hiruk-pikuk dan keramaian, ia melihat bagaimana nilai-nilai Pancasila terus dihidupi dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari warga kota.
Upacara budaya Grebeg Pancasila kali ini mengingatkan Djarot pada esensi perjuangannya untuk mengangkat nilai-nilai luhur Pancasila, bukan hanya sebagai simbol negara, tetapi sebagai pedoman hidup yang harus dijaga dan dilestarikan. Dalam pandangan Djarot, semangat ini harus terus dipertahankan, terutama oleh generasi muda yang akan meneruskan tongkat estafet perjuangan.
“Terima kasih untuk Pak Wali Kota, masyarakat Kota Blitar, yang terus melestarikan, dan konsisten melaksanakan upacara Hari Lahir Pancasila,” pungkas Djarot. [owi/beq]






