Banyuwangi (beritajatim.com) – Salah satu sentra UMKM kerajinan bambu di Banyuwangi berada di Desa Gintangan, Kecamatan Blimbingsari. Di lokasi ini terdapat puluhan pelaku UMKM yang fokus pada kreativitas mengolah bambu menjadi berbagai macam barang.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita bahkan melihat langsung aktivitas warga di sentra UMKM kerajinan bambu ini. Menurutnya, Desa Gintangan merupakan contoh UMKM yang ekosistemnya berjalan baik.
Sentra kerajinan bambu Gintangan juga berhasil membangun ekosistem yang mendukung eksistensi usaha para pelaku UMKM di dalamnya. Mulai pemenuhan bahan baku, SDM pengrajin hingga pemasaran semuanya telah berjalan dengan baik. Bahkan, hasil produk warga desa ini telah memiliki pasar ekspor.
“Meskipun usahanya di desa , tapi mereka berkembang dan maju, bahkan mereka bisa meraih pasar nasional, bahkan ekspor. Ini bisa menjadi contoh bagi UMKM lainnya di Indonesia,” ujar Menperin, Minggu (22/10/2023).
Widodo, salah seorang pelaku UMKM kerajinan bambu setempat menyebut, upayanya telah berjalan lama, bahkan sejak 1991 silam. Usaha yang memiliki brand Widya Handicraft ini juga telah berorientasi pasar ekspor. “Untuk pasar ekspor, produk kami dikirim ke sejumlah negara seperti Amerika, Dubai dan Australia, sampai Maldives,” ujar Widodo.
BACA JUGA:
Banyuwangi Bantu Sertifikasi Halal 1000 UMKM Gratis
Menurut Widodo, meskipun membangun ekosistem saat ini tidak mudah, namun dengan ketekunan dan konsistensi berhasil diwujudkan. Misalnya saja untuk bahan baku, saat ini ia sudah memiliki pemasok lokal yang sudah paham dengan kebutuhan bahan bakunya.
“Pemilihan bahan baku sangat penting, Alhamdulillah selama ini tidak ada kendala karena Banyuwangi punya stok yang melimpah. Pemasok juga sudah paham bambu-bambu yang saya butuhkan,” ujar Widodo.
Usaha Widodo saat ini melibatkan 70 orang yang sebagian besar adalah warga setempat termasuk ibu-ibu rumah tangga. “Ibu-ibu di sini kami berdayakan, mereka senang karena pekerjaannya bisa dibawa pulang ke rumah,” jelasnya. [rin/suf]






