Ngawi (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Ngawi menyiapkan anggaran sekitar Rp 20 miliar untuk melakukan penataan dan mempercantik kawasan Alun-Alun Ngawi pada tahun ini. Dana tersebut dialokasikan guna mendukung revitalisasi alun-alun yang dikenal sebagai salah satu yang terluas di Jawa Timur.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Ngawi, Wiwien Purwaningsih, mengungkapkan bahwa salah satu prioritas utama dalam penataan tersebut adalah pembenahan trotoar yang mengelilingi alun-alun. Menurutnya, keberadaan trotoar yang layak bukan hanya berfungsi memperindah kawasan, tetapi juga menjamin keselamatan warga yang beraktivitas olahraga.
“Selama ini masyarakat banyak yang jogging mengelilingi alun-alun, tetapi masih menggunakan badan jalan. Ini tentu berisiko. Dengan adanya trotoar yang memadai, aktivitas olahraga bisa lebih aman dan nyaman,” ujar Wiwien.
Selain trotoar, Pemkab Ngawi juga merencanakan perbaikan sejumlah sarana olahraga di kawasan tersebut. Fasilitas yang akan dibenahi meliputi lapangan basket, lapangan futsal, serta lapangan tenis. Tak hanya itu, bangunan kafe di sisi timur alun-alun, yang sebelumnya dikenal sebagai Teh Radja, juga masuk dalam daftar penataan.
Wiwien menambahkan, langkah ini dilakukan seiring meningkatnya antusiasme masyarakat terhadap kegiatan olahraga dan ruang publik. “Pemerintah daerah ingin menghadirkan fasilitas yang lebih representatif, sekaligus memperkuat wajah pusat kota Ngawi,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Tata Bangunan dan Bina Konstruksi DPUPR Ngawi, Yesi Widiyarti, menjelaskan bahwa anggaran penataan Alun-Alun Ngawi mencapai sekitar Rp 20 miliar. Ia menyebutkan, pada tahap awal perencanaan, pekerjaan hanya difokuskan pada pembangunan trotoar.
“Namun setelah menerima berbagai masukan, lingkup pekerjaan diperluas. Tidak hanya trotoar, tetapi juga perbaikan lapangan tenis, futsal, basket, serta fasilitas pendukung lainnya, termasuk kafe di pojok timur alun-alun,” jelas Yesi.
Seluruh pekerjaan fisik penataan nantinya akan dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Ngawi. Saat ini, proses administrasi masih berjalan dan ditargetkan segera memasuki tahap lelang.
“Kami upayakan proses lelang bisa dilakukan lebih awal agar pelaksanaan kegiatan juga bisa segera dimulai,” pungkasnya. [fiq/aje]






