Lamongan (beritajatim.com) – Ratusan perantau asal Kabupaten Lamongan, memanfaatkan Program Balik Gratis, untuk kembali ke tanah rantau, setelah Lebaran di kampung halaman.
Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mengurangi beban ekonomi masyarakat di tengah lonjakan harga tiket transportasi, sekaligus menekan potensi risiko perjalanan pasca-lebaran.
Antusiasme perantau dalam menyambut program hasil kolabirasi antara Pemkab Lamongan, Dinas Perhubungan dan Baznas Lamongan ini begitu tinggi. Terbukti, dari tiga bus yang disediakan, seluruh kursi telah terisi penuh sebelum hari keberangkatan.
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, mengatakan program Balik Gratis bukan sekedar bentuk pelayanan, tapi juga upaya perlindungan bagi masyarakat.
“Melihat antusiasme ratusan warga hari ini, kami menargetkan tahun depan jumlah armada ditambah menjadi enam unit bus. Tujuannya jelas, agar lebih banyak lagi warga kita yang bisa kembali ke kota tujuan dengan rasa aman dan nyaman,” ujar Yuhronur, saat melepas rombongan perantau, di Stadion Surajaya, Lamongan, Selasa (24/3/2026).
Bagi para perantau, Program Balik Gratis sangat membantu, terutama di tengah kebutuhan pasca Lebaran yang masih tinggi. Belum lagi harga tiket bus reguler saat arus balik sering kali melonjak hingga dua kali lipat.
“Sangat membantu sekali buat kami. Kalau beli tiket sendiri, sekarang mahal dan susah carinya. Dengan program ini, uangnya bisa dipakai untuk modal kerja lagi di sana,” kata Khudrotin, yang akan kembali ke Tangerang. [fak/suf]






